BERAU TERKINI – Ancaman abrasi di wilayah Pulau Derawan kembali menjadi perhatian serius kalangan legislatif.
Anggota DPRD Berau, Saga, mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret untuk menangani pengikisan pantai yang semakin mengkhawatirkan.
Menurut Saga, abrasi tidak hanya mengancam lingkungan pesisir, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat yang bermukim di kawasan pantai.
Beberapa titik di wilayah Pulau Derawan dilaporkan mengalami penyempitan garis pantai akibat hantaman gelombang dan perubahan arus laut.
“Ini bukan persoalan baru, Pulau Derawan menjadi bukti. Jika tidak ditangani secara serius, abrasi bisa menggerus permukiman warga dan fasilitas umum,” terangnya, Minggu (1/3/2026).

Saga menilai, penanganan abrasi harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pembangunan pemecah gelombang, penguatan tanggul pantai, hingga rehabilitasi ekosistem pesisir seperti penanaman mangrove.
Ia juga meminta adanya kajian teknis yang komprehensif agar penanganan tidak bersifat sementara.
Wilayah pesisir di Pulau Derawan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau.
“Ini memerlukan perlindungan ekstra,” katanya.
Selain menjadi kawasan hunian, Derawan juga menjadi tumpuan sektor pariwisata yang menopang perekonomian masyarakat lokal.
“Abrasi ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sektor wisata dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat guna mengupayakan dukungan anggaran dan program strategis penanggulangan abrasi.
“Harapannya, ada langkah pencegahan segera direalisasikan, sebelum dampaknya semakin meluas dan merugikan masyarakat,” pungkasnya. (*/Adv)
