BERAU TERKINI – Destinasi wisata seharusnya menjadi tempat terbaik untuk mengistirahatkan diri dari hiruk-pikuk dunia kerja.
Namun, situasi bisa berbalik menjadi bencana ketika wisatawan tidak menaati imbauan pengelola.
Sebagai daerah dengan ratusan destinasi unik, Kabupaten Berau menerapkan aturan kunjungan yang berbeda-beda di setiap lokasinya.
Baik saat berada di laut bersama pemandu selam maupun saat menjelajahi wisata alam daratan, setiap medan memiliki tingkat bahaya yang beragam.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menekankan, karakteristik setiap destinasi mesti dikenali dengan baik melalui penjelasan para pemandu wisata mengenai keunggulan sekaligus potensi bahayanya.
“Jangan sampai ada gerakan tambahan. Ikuti saja arahan dari instruktur ataupun imbauan di destinasi wisatanya,” pesan Gamalis, Jumat (19/12/2025).
Pesan khusus ini juga ditujukan bagi para penyelam atau diver yang ingin menikmati panorama bawah laut.
Selama proses penyelaman, peran divemaster atau pemandu sangat sentral dalam memberikan edukasi serta peringatan dini terkait medan selam yang dituju.
Wisatawan diminta memastikan setiap informasi diikuti dengan saksama, terutama karena arus laut di destinasi unggulan Berau memiliki karakteristik yang unik dan menantang.
Hal serupa berlaku pada kekayaan ekowisata daratan, seperti di Gunung Karst Puncak Ketepu, Kampung Merabu.
Mengingat medan pendakian yang cukup ekstrem, pengelola telah menetapkan kriteria ketat terkait batasan usia serta riwayat kesehatan.
Wisatawan dengan rekam medis penyakit jantung atau gangguan pernapasan seperti asma sangat tidak disarankan untuk mendaki.
Namun, pengunjung tidak perlu khawatir karena Pokdarwis setempat telah menyiapkan alternatif yang lebih ramah fisik, yakni berendam dan berenang di Danau Nyadeng yang letaknya berdekatan dengan jalur pendakian.
Gamalis mengingatkan, hanya mereka yang siap secara fisik dan mental yang diperbolehkan naik, itu pun harus tetap dalam pengawasan pemandu.
Melalui kedisiplinan dalam menghormati aturan pengelola, diharapkan setiap pengunjung dapat menikmati liburan dengan nyaman di Bumi Batiwakkal.
Dengan begitu, wisatawan akan membawa pulang kenangan manis dan tidak ragu untuk kembali berkunjung setiap musim liburan tiba tanpa ada cerita-cerita yang tidak menyenangkan. (*)
