BERAU TERKINI – Menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, penggunaan kendaraan umum di Kabupaten Berau diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan, baik warga yang hendak pulang ke kampung halaman maupun wisatawan yang menuju destinasi wisata.
Dalam hal ini, armada bus Damri dan kapal cepat atau speedboat tetap menjadi primadona transportasi yang paling banyak diminati masyarakat.
Guna menunjang keselamatan dan kenyamanan penumpang, Dinas Perhubungan Berau telah menyiapkan serangkaian langkah strategis.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Berau, Hendra Syaifuddin, mengungkapkan, saat ini, unit Damri telah menerima surat dari pemerintah provinsi untuk segera melaksanakan rampcheck atau inspeksi keselamatan kendaraan secara menyeluruh.

Agenda pemeriksaan kelaikan armada ini biasanya dijadwalkan secara intensif sepekan sebelum puncak hari libur tiba.
“Setelah pemeriksaan Damri, kami biasanya geser langsung ke pemeriksaan kelayakan speedboat,” ungkap Hendra kepada Berauterkini, Senin (3/3/2026).
Kegiatan pengawasan ini tidak dilakukan sendirian. Dinas Perhubungan bersinergi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Polres Berau, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Syahbandar, hingga Polairud, untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi di jalur darat maupun laut.
Selain kondisi armada, faktor manusia juga menjadi perhatian utama dalam menjamin keamanan perjalanan.
Kelayakan operasional sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik pengemudi bus dan motoris speedboat.
Oleh karena itu, Dishub Berau kembali menggandeng Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para kru transportasi umum tersebut.
“Tahun lalu kami sempat ikut tim Dinas Kesehatan berkaitan dengan layaknya pengemudi atau motoris speedboat dengan pemeriksaan kesehatan,” jelas Hendra.
Terkait teknis di lapangan, pihak Syahbandar telah menetapkan kriteria ketat untuk menentukan kelaikan armada laut.
Ketersediaan alat keselamatan seperti ring buoy, kompas, life jacket, hingga alat komunikasi berupa radio menjadi syarat mutlak yang harus ada di dalam setiap speedboat.
Meski saat ini kendala komunikasi masih sering disiasati secara mandiri oleh para motoris, pemerintah daerah sudah memiliki rencana pengembangan teknologi keselamatan di masa depan.
“Selama ini memang untuk radio masih diatasi dengan menggunakan HP karena masih bisa masuk. Ke depan nanti kita programkan untuk dapat semacam signal ice, semacam pendeteksi ke titik kapal,” pungkasnya. (*)
