BERAU TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyoroti serius kondisi akses jalan menuju destinasi wisata unggulan Labuan Cermin, Kecamatan Bidukbiduk.

Ia menilai, meski sudah ada perbaikan dibanding sebelumnya, kondisi jalan masih jauh dari kata layak untuk mendukung pariwisata.

Hal itu disampaikan Sri Juniarsih saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Bidukbiduk, Kamis (5/2/2026) malam.

Meski mengapresiasi upaya swadaya yang dilakukan Kepala Kampung bersama masyarakat, namun baginya perbaikan jalan tidak bisa terus bergantung pada gotong royong warga.

“Saya sudah ke Labuan Cermin. Alhamdulillah sudah ada perubahan, tapi jalannya belum mulus. Bahkan, sebelumnya kondisinya sangat memprihatinkan. Ini tidak bisa dibiarkan, karena Labuan Cermin adalah wajah pariwisata Berau,” jelasnya.

Sri Juniarsih pun meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas PUPR, agar segera mengambil langkah konkret, tanpa harus menunggu anggaran tahun depan.

Ia menekankan, pemanfaatan dana Tindakan Reaksi Cepat (TRC) untuk memperbaiki jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kita punya dana TRC. Tidak perlu tunggu APBD tahun depan. Besok pun bisa dikerjakan. Saya minta jalan ke Labuan Cermin itu dimuluskan, jangan banyak ‘jerawat’. Segera tindaklanjuti itu,” ujarnya.

Tak hanya jalan, Sri Juniarsih juga menyoroti sejumlah bangunan dan infrastruktur lama yang dinilai sudah tidak relevan dengan pengembangan kawasan wisata.

Bangunan berkarat dan fasilitas usang diminta untuk dibongkar sesuai regulasi agar tidak mengganggu estetika kawasan.

“Pariwisata ini sudah berproses. Kalau masih ada bangunan yang berkarat dan tidak sesuai zamannya, silakan dibongkar. Ini masih kewenangan PUPR,” katanya.

Ia juga mengingatkan, pengembangan Labuan Cermin tidak bisa berjalan parsial.

Penataan akses jalan, kawasan wisata, hingga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara terintegrasi agar benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata tidak akan berubah kalau infrastruktur dasarnya tidak dibenahi. Akses jalan ini kunci utama,” pungkasnya. (*)