TANJUNG REDEB – Jalan berlubang di Jalan Cempaka IV, Tanjung Redeb, mendapatkan keluhan dari masyarakat karena mengganggu aktivitas kendaraan. Lubang yang memotong lintasan hampir sepertiga badan jalan nampak menganga.

Jalan berlubang itu tak membuat genangan. Sebab, air akan masuk langsung menuju parit yang berada persis di bawah jalan tersebut.

Jalan itu telah terpantau demikian setidaknya hampir empat bulan belakangan ini. Tanpa ada penambalan yang dilakukan sukarela maupun ditangani langsung oleh pemerintah.

Salah satu pengguna jalan, Amaliah, mengaku cukup terganggu dengan kondisi tersebut. Sebab, bila harus melaju dari arah Jalan Manggarai, maka ia mesti mengambil jalur pengguna jalan lain dari arah berlawanan di Jalan Nusantara.

Kendati potensi terjadinya kecelakaan kecil, dalam kondisi tertentu pengguna jalan bisa saja tertimpa nahas. Apalagi, kayu yang dipasang di lubang tersebut dapat tertabrak oleh warga dengan tingkat kesadaran yang tak stabil.

“Kami tidak minta-minta, tapi kasihan kalau terjadi kecelakaan,” kata dia.

Dia berharap ada penderma atau pemerintah turun tangan memperbaiki kondisi jalan bolong tersebut agar minimal jaminan keselamatan berkendara pengguna jalan dapat terjawab.

“Semoga ada yang perbaiki lah,” harapnya.

Sementara itu, Ahmad Ibrahim, mengutarakan keluhan serupa. Sebagai pengguna mobil yang rutin melintas di jalan tersebut, dia mengaku kesulitan melakukan manuver bila harus melintas dari arah Jalan Manggarai.

Sebab, bila tetap memaksa untuk melintas, hak pengguna jalan lain akan ia ambil. Belum lagi bila di simpangan tersebut terdapat pengunjung cafe yang memarkirkan kendaraan secara sembarangan.

“Itu kan sering parkir sembarang juga, jadi mutar kita lewat Mangga III kalau mau ke Nusantara ini,” keluhnya.

Dirinya mengaku khawatir bila tak segera diperbaiki, lubang akan semakin melebar dan melumpuhkan arus lalu lintas. Sehingga, membuat para pengguna jalan semakin repot.

“Bisa segera ditangani lah, ini jalan umum kok,” tuturnya.

Kondisi serupa pun terjadi di Jalan Kemakmuran. Jalan tampak bolong persis di samping Surau Al-Qodar. Jalan tersebut menjadi jalur yang diandalkan warga sekitar untuk bepergian.

Merespons itu, Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menyatakan telah menerjunkan tim teknis preservasi jalan untuk mengecek jalan tersebut.

“Tim sedang mengecek ke lapangan,” terang Junaidi.

Ditanyakan soal metode perbaikan, pihaknya akan menghitung posisi kerusakan terlebih dahulu melalui tim yang telah diterjunkan.

Secara teknis, jalan tersebut terdapat tiga lapisan. Pertama permukaan, lalu pondasi, dan lapisan dasar tanah. Setelah data terkumpul, baru tim akan menemukan cara penanganan dan besaran anggaran yang harus dikucurkan.

“Masih dicek oleh tim, di Jalan Nusantara juga tim akan cek langsung,” ungkapnya. (*)