BERAU TERKINI Sebanyak ratusan ton beras SPHP sudah disalurkan Perum Bulog Berau demi menjaga stabilitas harga pangan.

Perum Bulog Cabang Berau mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga awal September 2025 telah mencapai 744 ton.

Kepala Bulog Berau, Lucky Ali Akbar, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat.

“Penyaluran beras SPHP ini merupakan bentuk komitmen kami bersama pemerintah untuk menjaga harga pangan tetap stabil, sekaligus memastikan masyarakat dapat dengan mudah mengakses beras dengan kualitas baik dan harga terjangkau,” ujar Lucky saat dihubungi pada Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, program SPHP tahun ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Antusiasme warga Berau terhadap pembelian beras SPHP mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini tidak terlepas dari kualitas beras SPHP yang dinilai semakin baik dan harga jual yang tetap terjangkau.

“Beras SPHP yang kami salurkan merupakan beras dengan kualitas medium yang memenuhi standar nasional. Harganya juga sangat terjangkau, yakni hanya Rp 60.000 untuk kemasan 5 kilogram. Kualitasnya bersih, pulen, dan layak konsumsi,” jelas Lucky.

Lebih lanjut, Lucky juga menyebutkan bahwa Bulog Berau menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga mutu beras SPHP yang disalurkan ke masyarakat.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain yaitu, dengan melakukan penyimpanan dan pemilihan beras yang baik. Di mana, setiap beras yang masuk diklasifikasi berdasarkan usia panen dan diatur menggunakan sistem First-In-First-Out (FIFO), sehingga kualitas terjaga, terutama untuk beras SPHP.

Kemudian, ia bilang, Bulog Berau juga menerapkan Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) termasuk fumigasi jika ditemukan indikasi hama, serta perawatan gudang harian demi memastikan mutu dan keamanan stok.

Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar
Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar (Dok. Perum Bulog Berau)

“Selanjutnya kami juga melakukan pembersihan dan pengemasan. Jadi sebelum beras dikemas, dilakukan quality control terlebih dahulu untuk menseleksi kotoran atau benda asing,” jelasnya.

Tak hanya itu, Lucky mengatakan bahwa pihaknya juga senantiasa melakukan verifikasi dan menyalurkan beras ke distributor yang resmi.

“Jadi Kami hanya menyalurkan melalui kanal resmi seperti pasar tradisional, TNI POLRI, operasi pasar, hingga kerjasama dengan lembaga pemerintah dan BUMN lainnya,” kata dia.

Dengan begitu, Lucky berharap penyaluran beras SPHP di sisa tahun 2025 ini bisa terus meningkat dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami juga berharap program ini bisa terus membantu mengendalikan inflasi daerah, khususnya yang disebabkan oleh komoditas pangan pokok seperti beras,” tutup Lucky.

Bulog Berau juga mengimbau masyarakat untuk membeli beras SPHP melalui jalur resmi agar mendapatkan produk dengan kualitas yang terjamin dan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.