BERAU TERKINI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menggencarkan program penataan arsip sebagai bagian krusial dari upaya menjaga sejarah dan identitas daerah. Langkah ini dipandang sebagai fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa, menyatakan bahwa pihaknya tidak lagi memandang arsip hanya sebagai tumpukan dokumen administrasi, melainkan sebagai memori kolektif daerah.
Menurutnya, setiap lembar arsip merupakan cerminan dari perjalanan panjang birokrasi dan pembangunan di Bumi Batiwakkal.
“Arsip bukan sekadar dokumen, tapi memori daerah yang mencerminkan perjalanan birokrasi dan pembangunan di Berau,” ujar Yudha belum lama ini.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dispusip kini fokus pada sejumlah langkah strategis, di antaranya melakukan pendampingan intensif kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Berau.
“Kami juga mendorong setiap OPD memiliki arsiparis yang kompeten,” jelasnya.
Selain penataan arsip konvensional, Dispusip juga tengah mempersiapkan transisi ke era digital dengan merancang sistem kearsipan berbasis elektronik.
Langkah modernisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa “memori daerah” tersebut dapat terkelola dengan lebih baik dan mudah diakses untuk kepentingan publik di masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh arsip dapat diakses secara cepat, aman, dan terdokumentasi dengan baik,” tutup Yudha. (*/adv)
