BERAU TERKINI – Ahli Gizi di SPPG Gunung Panjang memastikan kandungan mutu dan kualitas terjaga untuk menu makan bergizi gratis.

Dalam upaya menjaga mutu dan kualitas Makanan Bergizi (MBG), Ahli Gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Berau menerapkan sejumlah strategi ketat dan terukur setiap harinya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap porsi makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan kebersihan yang ditetapkan.

Ahli Gizi SPPG Gunung Panjang, Musdalifah mengungkapkan bahwa pengawasan kualitas makanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap awal hingga akhir proses pengolahan. Salah satu strategi utamanya adalah dengan melakukan pengambilan sampel MBG setiap hari.

Sebelum makanan dikemas dan dibagikan, ia terlebih dahulu mengambil sampel dari setiap jenis makanan yang masuk dalam menu harian MBG.

Ahli Gizi di SPPG Gunung Panjang, Musdalifah (Nadya Zahira/BT)
Ahli Gizi di SPPG Gunung Panjang, Musdalifah (Nadya Zahira/BT)

“Setiap harinya saya ambil sampel dari semua jenis makanan yang dimasak. Tujuannya agar kita bisa melakukan uji visual maupun organoleptik, untuk memastikan makanan tersebut layak konsumsi dan bergizi sesuai standar,” ujar Musdalifah saat ditemui di SPPG Gunung Panjang, Selasa (16/9/2025).

Tak hanya berhenti pada pengambilan sampel, Musdalifah juga melakukan kontrol langsung di dapur saat proses memasak berlangsung. Ia memantau dengan teliti mulai dari proses pengupasan bawang, pemotongan cabai, hingga pembersihan dan pemotongan daging ayam.

Langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa bahan masakan yang digunakan bersih, segar, dan tidak terkontaminasi.

“Saya turun langsung ke dapur, karena kebersihan bahan makanan itu sangat berpengaruh terhadap kualitas gizi dan keamanan pangan. Proses sekecil apapun harus diawasi, agar tidak ada kontaminasi yang bisa membahayakan anak-anak penerima MBG,” jelasnya.

Ahli Gizi di SPPG Gunung Panjang, Musdalifah saat sedang melakukan pengecekan mutu dan kualitas MBG (Nadya Zahira/BT)
Ahli Gizi di SPPG Gunung Panjang, Musdalifah saat sedang melakukan pengecekan mutu dan kualitas MBG (Nadya Zahira/BT)

Setelah proses memasak selesai, pengawasan masih terus dilakukan. Musdalifah turut memastikan bahwa proses pengemasan makanan ke dalam wadah atau ompreng berjalan sesuai prosedur higienis. Selain itu, ia juga mengecek takaran dan komposisi setiap porsi makanan agar kandungan nutrisinya sesuai kebutuhan.

“Saya selalu pastikan takaran sayur, lauk, karbohidrat, dan buah sesuai standar yang ditentukan. Jangan sampai ada anak yang kelebihan atau kekurangan gizi hanya karena ketidaksesuaian takaran makanan,” tuturnya.

Strategi pengawasan berlapis ini, menurut Musdalifah, dilakukan demi menjamin bahwa MBG yang disajikan benar-benar berkualitas, higienis, dan bergizi seimbang, terutama untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak sekolah penerima manfaat program tersebut.

Musdalifah juga menyampaikan harapannya terhadap program MBG ke depan. Ia berharap program ini tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga ditingkatkan baik dari sisi kualitas makanan, frekuensi distribusi, maupun edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya gizi seimbang.

“Saya berharap MBG ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi gizi kepada anak-anak. Karena dengan pemahaman gizi yang baik sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, SPPG Gunung Panjang menyalurkan MBG ke MI Al Ihsan, Tanjung Redeb. Di mana pada hari ini, Rabu (17/9/2025), menu MBG yang disiapkan berupa nasi kuning, tahu kecap, tumis wortel jagung, telur rebus, dan buah melon. Menu ini dibagi dalam dua ukuran porsi dengan kandungan gizi yang telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan siswa.

Di mana untuk porsi kecil, nilai gizinya mencakup energi 337 kalori, protein 12 gram, lemak 11,2 gram, dan karbohidrat 49,5 gram. Sedangkan untuk porsi besar, kandungannya meliputi 574 kalori energi, 19,5 gram protein, 19,2 gram lemak, dan 92,7 gram karbohidrat.