BERAU TERKINI – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud tidak ingin anggaran pemerintah hanya habis di atas kertas laporan. Ia berencana turun langsung ke berbagai kabupaten dan kota dalam waktu dekat untuk memantau pelaksanaan program di lapangan.

Langkah ini diambil demi memastikan bantuan keuangan atau bankeu provinsi benar benar memberikan dampak nyata bagi warga. Gubernur ingin melihat sendiri seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dari kucuran dana tersebut.

Rudy menegaskan bahwa setiap rupiah dari anggaran pemerintah harus memiliki nilai tambah positif. Ia tidak ingin bantuan keuangan hanya sekadar disalurkan namun digunakan untuk program yang minim manfaat atau sekadar formalitas.

Evaluasi ketat akan dilakukan terhadap efektivitas penggunaan dana di setiap daerah penerima. Jika ditemukan ketidakefektifan, pemerintah provinsi tidak segan untuk mengambil langkah tegas berupa pengalihan program.

Alokasi Anggaran Meningkat

Pemantauan ini dinilai krusial mengingat besarnya alokasi dana yang digelontorkan pemerintah provinsi. Pada tahun 2024 bankeu provinsi ke kabupaten dan kota dianggarkan sebesar Rp 1,8 triliun.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan signifikan pada tahun anggaran 2025 ini. Pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,05 triliun untuk mendukung pembangunan di seluruh wilayah Benua Etam.

Kenaikan anggaran ini menuntut tanggung jawab yang lebih besar dalam pengelolaannya. Rudy memperingatkan agar pemerintah daerah tidak main main dalam merencanakan program yang didanai oleh bankeu.

“Kita akan lihat. Ada gunanya atau tidak bankeu yang telah diberikan. Kalau tidak ada gunanya, bisa kita pertimbangkan untuk program lain yang lebih bermanfaat untuk rakyat,” tegas Rudy. (Ftr/Adv/Diskominfo Kaltim)