BERAU TERKINI – Sebanyak 41 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II Tanjung Redeb diusulkan menerima Remisi Khusus Natal.

Pengurangan masa pidana tersebut menjadi wujud apresiasi negara atas perubahan sikap, kepatuhan, serta perilaku positif para warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas II Tanjung Redeb, Danur Tri Gonggo, menjelaskan, remisi Natal hanya diberikan kepada WBP yang memenuhi persyaratan ketat, baik secara administratif maupun substantif. 

Salah satu syarat utama adalah berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran tata tertib selama berada di dalam rutan.

“Remisi Natal ini bentuk penghargaan perubahan sikap yang ditunjukkan para WBP selama menjalani masa pidana,” ujar Danur kepada Berauterkini, Minggu (21/12/2025).

Dari total 41 warga binaan yang diusulkan, Danur merinci, terdapat dua kategori pengurangan masa tahanan, yakni remisi 15 hari dan remisi 30 hari atau satu bulan.

Meski demikian, tidak ada warga binaan yang langsung bebas setelah menerima remisi tersebut.

“Seluruhnya masuk kategori Remisi Khusus I (RK I) atau pengurangan masa tahanan. Tidak ada yang langsung bebas,” jelasnya.

Danur menegaskan, pemberian remisi sangat bergantung pada sikap, kedisiplinan, serta kesungguhan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan. 

Selain berkelakuan baik, warga binaan juga harus telah menjalani minimal dua pertiga masa pidana dari total hukuman yang dijatuhkan.

“Semua WBP yang kami ajukan telah memenuhi kriteria dan seluruhnya disetujui. Total ada 41 WBP yang menerima remisi Natal tahun ini,” ungkapnya.

Rencananya, pemberian remisi khusus Natal akan dilaksanakan secara resmi pada 27 Desember 2025, bertepatan dengan rangkaian kegiatan perayaan Natal di lingkungan Rutan Kelas II Tanjung Redeb.

Danur menambahkan, remisi Natal bukan semata-mata pengurangan masa hukuman, melainkan bagian dari kebijakan pemasyarakatan yang bertujuan mendorong warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan reintegrasi sosial.

“Momentum Natal ini diharapkan memberi semangat baru bagi para WBP untu berubah ke arah yang lebih positif,” pungkasnya. (*)