BERAU TERKINI — Seorang dokter spesialis di RSUD Talisayan yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu diisukan akibat persoalan insentif yang belum terbayar.
Namun, hingga kini kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menanggapi isu yang beredar luas di masyarakat tersebut, Dinas Kesehatan Berau memberikan klarifikasi terkait alur birokrasi pencairan hak tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menegaskan, pihaknya tidak mengetahui adanya kendala keterlambatan insentif seperti yang dirumorkan.

Menurut pantauannya, sejauh ini koordinasi internal tidak menunjukkan adanya masalah tersebut.
“Kalau dari saya, setahu saya tidak seperti itu,” ujar Lamlay saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
Lamlay menjelaskan, pemberian insentif bagi tenaga kesehatan memang harus melalui tahapan administrasi yang cukup panjang dan melibatkan beberapa instansi terkait.
Setelah mendapatkan verifikasi dan persetujuan dari Dinas Kesehatan, berkas tersebut kemudian diteruskan ke Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) Berau untuk proses pencairan anggaran.
Pihaknya memastikan, dari sisi Dinas Kesehatan, segala persyaratan administratif yang dibutuhkan telah terpenuhi.
Namun, eksekusi pencairan dana sepenuhnya berada di bawah kewenangan teknis perangkat daerah lain.
“Dari kami sudah menyetujui. Tapi prosesnya memang panjang, pencairannya melalui BPKD,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lamlay menyebutkan berdasarkan informasi yang ia terima, insentif dari pihak rumah sakit sebenarnya telah dicairkan.
Meski demikian, ia enggan menjelaskan lebih mendalam mengenai detail teknis pencairan di masing-masing perangkat daerah karena hal tersebut di luar ranah penjelasannya secara rinci.
“Saya tidak bisa terlalu detail, nanti terkait teknisnya di perangkat daerah masing-masing,” tambahnya.
Terkait isu pengunduran diri dokter yang santer dikaitkan dengan masalah finansial ini, Lamlay memilih untuk tetap berpegang pada data resmi dan tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
Ia menegaskan, institusinya tidak dalam posisi untuk menanggapi kabar burung yang belum terkonfirmasi secara formal.
“Saya tidak bisa menanggapi isu,” tegas Lamlay.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi terus dilakukan kepada dokter yang bersangkutan, yakni Nunik Fatmawati.
Namun, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai kebenaran informasi pengunduran dirinya tersebut. (*)

