BERAU TERKINI – Israel sebut serangan yang terjadi di Lebanon Selatan yang menewaskan prajurit TNI saat bertugas di UNIFIL adalah ulah Hizbullah.

Sebanyak 2 prajurit TNI menjadi korban tewas usai diserang saat tengah bertugas dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (30/3/2026) Maret lalu merupakan serangan militer Israel kepada konvoi logistik UNIFIL.

Namun pihak Israel membantah hal tersebut, menurut utusan Israel untuk PBB Danny Danon, pasukan UNIFIL yang tewas karena terkena ledakan Hizbullah.

Pelepasan pasukan perdamaian Satgas Konga untuk UNIFIL di Mabes TNI (Fawdi/BT)
Pelepasan pasukan perdamaian Satgas Konga untuk UNIFIL di Mabes TNI (Fawdi/BT)

“Terkait serangan yang terjadi pada 30 Maret lalu, pasukan UNIFIL terkena ledakan oleh alat peledak milik Hizbullah di Bani Haiyyan Lebanon Selatan,” ujar Danny Danon dikutip dari YouTube United Nations.

Danny Danon mengatakan, kondisi di Lebanon Selatan sangat kompleks dan berbahaya.

Pihaknya juga menegaskan Israel tak ingin terlibat konflik di Lebanon Selatan, tetapi Hizbullah kerap melancarkan serangan ke wilayah Israel.

“Situasi ini kompleks, berubah dengan cepat dan sangat berbahaya, tapi ini tidak terjadi begitu saja,” ujarnya.

“Israel tak inginkan konflik ini, tapi Hizubllah yang memulainya, sejak 2 Maret lalu Hizbullah telah menyerang Isreal dengan 5.000 roketnya yang menyasar area sipil Israel dan merusak berbagai infrastruktur,” ucapnya.

Dubes Indonesia untuk PBB Umar Hadi (X/@indonesiaunny)
Dubes Indonesia untuk PBB Umar Hadi (X/@indonesiaunny)

Sementara itu Utusan Indonesia untuk PBB Umar Hadi menolak segala dalih yang dipaparkan oleh Israel.

Umar Hadi meminta PBB untuk segera melaksanakan investigasi menyeluruh atas gugurnya pasukan perdamaian UNIFIL.

Menurutnya peristiwa tewasnya prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL merupakan sebuah kehilangan besar, tak hanya bagi Indonesia tapi juga dunia.

“Kami meminta investigasi menyeluruh oleh PBB, bukan alasan dari Israel,” ujar Umar Hadi.

“Ini adalah duka cita besar bagi Indonesia, dan juga bagi PBB serta bagi semua negara yang melihat bahwa pasukan perdamaian adalah simbol harapan dan perdamaian,” tegasnya.