BERAU TERKINI – Di tengah gencarnya upaya Pemerintah Kabupaten Berau membuka keran investasi, Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menyoroti kesiapan dan kompetensi tenaga kerja lokal Berau yang dinilai masih belum optimal.

Waris menilai, rendahnya keterampilan tenaga kerja lokal berdampak langsung pada minimnya serapan tenaga kerja Berau di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bumi Batiwakkal, sehingga peluang kerja seringkali diisi oleh pekerja dari luar daerah.

“Kami di DPRD pasti mengapresiasi masuknya investor ke Berau. Tapi justru ironis kalau serapan kerjanya tidak maksimal. Di sisi lain, kita juga mempertimbangkan keterampilan tenaga lokal kita,” terang Waris.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, Waris mendesak Pemkab Berau untuk secara rutin menggelar pelatihan keterampilan dan kompetensi yang relevan bagi warga lokal.

Tujuannya agar mereka menjadi tenaga kerja yang siap bersaing dan berpeluang terserap oleh perusahaan.

Dia juga mendorong Pemkab untuk memperkuat kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di Berau.

Keterlibatan perusahaan tidak hanya sebatas membuka lowongan, tetapi juga membawa mereka masuk dalam proses pelatihan sejak awal.

“Perusahaan harus dilibatkan sejak awal agar mereka tahu apa yang dibutuhkan dan anak muda kita dapat dilatih sesuai standar. Dengan begitu, angka pengangguran bisa ditekan,” tegasnya.

Waris mengapresiasi pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang sedang dilakukan sebagai langkah strategis. 

Namun, ia menekankan, BLK bukan sekadar bangunan megah. 

Yang terpenting adalah program pelatihan yang diberikan harus selaras dengan kebutuhan industri nyata di Berau, mulai dari sektor tambang, pariwisata, pengolahan hasil laut, hingga layanan jasa modern.

“Kalau pelatihan tidak sesuai kebutuhan pasar, ya sama saja. Anak muda tetap kalah bersaing karena kompetisinya tidak memenuhi kebutuhan perusahaan,” pungkasnya. (*/Adv)