BERAU TERKINI – Plt Sekwan DPRD Maulidiyah dan Kadinkes Berau Lamlay Sarie berbicara tentang makna ibu dan perempuan di momen peringatan Hari Ibu.
Plt Sekwan DPRD Berau, Maulidiyah mengatakan, hari ibu adalah momen pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap kesuksesan dan kebahagiaan yang telah kita miliki, selalu ada cinta kasih yang tak pernah lelah dan tidak pernah putus asa untuk selalu mendoakan kita.
“Ibu adalah tempat pertama kita belajar tentang kasih sayang, kejujuran, kekuatan sejati,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, ibu adalah pahlawan yang berjuang melawan rasa lelah tanpa pernah mengeluh. Ia rela berkorban demi masa depan anaknya tanpa memperhatikan keinginan pribadinya.

“Beliau memberikan fondasi karakter yang membentuk pribadi kita hingga saat ini. Pengorbanan yang beliau lakukan, seringkali tanpa kita sadari, adalah bentuk perjuangan yang luar biasa,” ujarnya.
Ia mengajak kita untuk menjadikan Hari Ibu bukan hanya sebagai hari perayaan, melainkan juga sebagai janji tulus untuk selalu menghargai, menyayangi, dan berusaha membuat ibu kita bahagia setiap hari.
“Karena bagi kita, ibu adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada kita,” ucapnya.
Ia juga mengajak untuk mendoakan ibu kita yang telah tiada agar selalu bahagia dan ditempatkan di tempat terbaik.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh ibu atas segala pengorbanan dan doa yang telah diberikan.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kasih sayang, keberkahan, rahmat, kedamaian, dan kebahagiaan yang tak terbatas kepada ibu-ibu tercinta,” ungkapnya.
“Tetap semangat para ibu dan tetap berkarya untuk Menuju Indonesia Emas 2045”, sambungnya.

Momen peringatan Hari Ibu Nasional turut dimanfaatkan oleh Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie untuk memberikan apresiasi kepada para ibu di luar sana.
Menurutnya, ibu adalah sosok luar biasa yang bisa bekerja di rumah, bahkan sambil bekerja sambil mengurus rumah.
“Bisa kerja di rumah, kalau di rumah kan kerjaannya perlu tenaga, perlu perhatian yang luar biasa. Lagi kalau kita sambil bekerja, luar biasa,” ujarnya.
Baginya, menjadi sosok Ibu adalah perjalanan panjang bagi seorang perempuan.
Ada perempuan yang bisa menjadi sosok Ibu walaupun dia tidak pernah melahirkan. Ada juga yang pernah melahirkan, pernah menjadi seorang Ibu, tapi belum memiliki jati diri sebagai seorang ibu.
Maknanya, menjadi seorang ibu itu artinya penerimaan seorang perempuan.
“Penerimaan pada saat bentuk tubuhnya berubah, gitu kan. Pola hidupnya berubah, terus prioritas dalam hidup berubah,” ucapnya.
Ada hal-hal yang harus dikorbankan ketika menjadi seorang Ibu.
Tetapi menyadari bahwa semua yang dikorbankan itu adalah tentang membangun peradaban.
“Jadi ini membangun peradaban, membesarkan seorang anak, bukan juga menjadikan anak kita semua jadi pemenang olimpiade,” ungkapnya.
Tapi paling tidak, memaknai bahwa anak memiliki bekal untuk hidup di masa depan. Meskipun itu diraih dengan kelelahan untuk membesarkan anak.
“Cukup dia menjadi seorang ibu itu sebenarnya memang enggak ada yang bisa menggaji dia ya, dengan fungsinya,” ujarnya.
“Tapi dengan memaknai bahwa anak-anaknya bisa tumbuh menjadi manusia sesuai harapannya itu lebih daripada gaji berapa pun yang bisa diberikan,” tutupnya.
