BERAU TERKINI – Dinkes Berau bekerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan vaksin campak berjalan baik.

Dinas Kesehatan Berau terus mengupayakan agar semua anak mendapatkan hak vaksin dengan baik.

Di tengah ramainya kasus campak di beberapa kota, Dinkes Berau terus berusaha memberikan edukasi pentingnya vaksin campak bagi anak.

Sebanyak 3 dosis lengkap imunisasi campak pada anak yaitu dosis 1 di usia 9 bulan, dosis 2 di usia 18 bulan, dosis 3 pada siswa kelas 1 SD atau melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Virus campak sangat berbahaya dikarenakan bisa menyebabkan komplikasi paru hingga radang otak.

Karena itu, Diskes Berau menghimbau untuk lengkapi imunisasi campak yang terlewat karena melengkapi imunisasi anak adalah cara terbaik untuk melindungi kesehatan.

Namun masih banyak orang tua yang menolak untuk vaksin rutin.

Diskes Berau menjelaskan dalam 3 tahun terakhir ini target cakupan vaksin di bawah 70 persen, pada tahun lalu pun harapannya bisa di atas 89 persen juga tidak mencapai target.

Pemberian imunisasi yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan Berau di Labanan.
Pemberian imunisasi yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan Berau di Labanan.

Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinkes Berau, Hadi mengatakan banyak masyarakat yang mungkin karena persepsi, permintaan dari orang tua, dan ada yang menganggap imunisasi itu tidak penting.

Selaian itu banyak dari orang tua yang lebih percaya media sosial dengan berita hoaks menjadi penyebab banyak yang tidak mau memvaksin anaknya.

Pihaknya pun terus mengupayakan promosi setiap bulan dengan turun langsung ke lapangan.

Upaya selanjutnya pihak Dinkes Berau sekarang dengan mencoba lintas sektor untuk ikut berperan sosial juga dalam hal ini, ditambah sekarang imunisasi masuk di salah satu indikator gizi.

Peran sosial lintas sektor akan dilakukan di Kecamatan Biduk-biduk pada tanggal 31 Maret mendatang yang melibatkan camat, kepala kampung, dan ibu-ibu PKK.

“Jadi anak-anak yang usianya cukup tapi belum dapatkan vaksin tersebut kita kejar nih,” ujarnya.

Vaksin akan diutamakan untuk anak-anak yang berada di daerah pelosok dengan akses yang sulit.

Kemudian juga mengadakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk anak-anak sekolah.

“Kemudian juga anak-anak yang bisa dibilang orang punya penolakan. Jadi juga akan tetap masuk ke sana,” ungkapnya.