BERAU TERKINI – Jabat Kepala UPT Pasar SAD, Joni berjanji melakukan pendekatan persuasif dan humanis dalam menata Pasar Sanggam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar SAD Berau yang baru, Joni, menyatakan komitmennya melanjutkan program-program yang telah berjalan.

Dia juga berjanji bakal melakukan pembenahan di Pasar Sanggam Adji Dilayas secara bertahap.

“Yang pertama saya ucapkan terima kasih karena sudah dipercayakan dan diberikan amanah sebagai Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas,” ujar Joni.

“Ke depan tentu saya akan meneruskan dan melanjutkan program-program yang sudah ada,” ujarnya.

Salah satu langkah yang menjadi fokusnya adalah mengembalikan fungsi portal elektronik di kawasan pasar.

Sistem tersebut sebelumnya sempat tidak berjalan optimal, sehingga perlu diaktifkan kembali untuk mendukung penataan kawasan pasar.

Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas Berau yang baru, Joni (Diva/BT)
Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas Berau yang baru, Joni (Diva/BT)

Joni mengatakan, upaya pengaktifan kembali portal parkir elektronik direncanakan setelah Hari Raya Idul fitri.

“Nanti kita usahakan setelah Hari Raya Idulfitri portal elektronik bisa kembali berfungsi seperti awal,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi pasar subuh yang saat ini dinilai masih terlihat semrawut.

Penataan akan dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, termasuk Dishub Berau.

“Kita lihat sekarang pasar subuh sepertinya masih semrawut. Nanti kita usahakan, sesuai dengan aturan yang ada, kita atur dan tata secara perlahan-lahan,” tambahnya.

Persoalan kebersihan juga menjadi perhatian serius. Menurut Joni, kebersihan pasar merupakan prioritas utama yang harus dijaga untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Masalah kebersihan ini sangat prioritas sekali. Pasar memang harus benar-benar bersih, dan nanti secara bertahap kita akan melakukan perubahan,” tegasnya.

Terkait rencana penertiban, termasuk pengaktifan kembali portal elektronik yang sebelumnya sempat menuai sorotan, Joni menegaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Ia menilai sosialisasi menjadi langkah penting agar kebijakan yang diterapkan dapat diterima dengan baik oleh para pedagang maupun masyarakat sekitar.

“Ke depan kita akan melakukan sosialisasi kembali. Kita ingin masyarakat bisa menerima dengan lapang dada, jadi pendekatannya harus secara humanis,” pungkasnya.(*)