BERAU TERKINI – Pembangunan infrastruktur jalan menuju wilayah pesisir selatan Kabupaten Berau kini menunjukkan progres signifikan dengan capaian sekitar 90 persen.
Saat ini, fokus penanganan hanya menyisakan titik-titik lubang kecil yang memerlukan perbaikan ringan.
Dikebutnya pembangunan jalan di periode kepemimpinan Bupati Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis ini terbukti mulai memberikan dampak positif, terutama dalam mempermudah mobilitas pelaku usaha serta arus wisatawan yang ingin menikmati keindahan pesisir Berau.
Ke depan, jalur ini diproyeksikan tidak hanya menyambungkan antar-kecamatan di Berau.
Jika ketersediaan anggaran mencukupi, akses jalan direncanakan akan tembus hingga ke Kabupaten Kutai Timur sebagai jalur alternatif bagi wisatawan dari arah Samarinda maupun Balikpapan.
Salah satu capaian nyata adalah pembangunan jalan sepanjang 29 kilometer yang berhasil memangkas waktu tempuh dari Biduk-biduk menuju Kampung Teluk Sulaiman, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kutai Timur.
Terkait status jalan tersebut, Sri Juniarsih menyatakan tidak keberatan jika nantinya status jalur penghubung antar-kabupaten ini dialihkan menjadi jalan provinsi.
“Tidak masalah, kan jadinya beban anggaran semakin ringan untuk perawatan,” kata Sri Juniarsih.
Sri Juniarsih menambahkan, di atas Kampung Teluk Sulaiman terdapat kawasan perkebunan kelapa sawit yang masuk wilayah administratif Kutai Timur.
Lahan tersebut memerlukan akses memadai untuk distribusi Tandan Buah Segar (TBS) ke pabrik di Batu Putih.
Namun, ia mengingatkan perlunya kajian mendalam terkait beban jalan.
“Tapi perlu dipertimbangkan dengan matang, karena akan banyak potensi kerusakan, ketika truk melintas dengan beban yang berat,” ujarnya.
Mengenai sisa jalan yang masih berlubang, Bupati menginstruksikan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk segera melakukan penambalan non-permanen.
Perbaikan skala besar baru akan dialokasikan pada APBD 2027, mengingat saat ini anggaran sebesar Rp1,1 triliun sedang difokuskan untuk pembenahan jalan di wilayah hulu Berau.
“Yang ringan masih bisa diperbaiki TRC, minimal mengurangi lubang jalan,” tuturnya.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Frimawan, menjelaskan, mayoritas anggaran tahun ini memang dialokasikan untuk pembangunan jalan penghubung kampung di wilayah Kelay hingga Segah.
Agenda tersebut mencakup pembangunan jembatan bailey hingga pengerasan jalan beton (rigid), sesuai dengan visi besar RPJMD 2025-2030.
“Anggaran akan dialihkan untuk pembangunan ke wilayah utara, selatan ini sudah cukup baik,” sebut Fendra.
Mengenai rencana pengalihan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, DPUPR akan segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltim.
Fendra juga menginformasikan, tahun ini Pemkab Berau mengelola Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim senilai Rp222 miliar untuk infrastruktur.
Untuk memperkuat pendanaan, pihaknya berencana melakukan lobi ke pemerintah pusat guna mendapatkan Instruksi Presiden khusus pembangunan jalan.
“Jadi tahun ini fokus tetap pada pembangunan infrastruktur jalan,” tegas Fendra. (*)
