BERAU TERKINI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi daerah pada Februari 2026.

Hasilnya, angka inflasi tahun ke tahun (year-on-year) tercatat menyentuh angka 4,15 persen.

Kenaikan ini dipicu lonjakan harga pada sejumlah komoditas strategis, mulai dari perhiasan hingga sektor energi rumah tangga.

Secara mendalam, BPS mencatat adanya inflasi dari bulan ke bulan (month-to-month) sebesar 0,15 persen. 

Sementara, secara tahun kalender (year-to-date) justru terjadi deflasi tipis sebesar 0,16 persen.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Berau, Mega Safira Aulia, menjelaskan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi motor utama inflasi bulan ini dengan andil 0,14 persen, di mana emas perhiasan berdiri sebagai pendorong terkuat.

“Kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi kombinasi faktor geopolitik dan moneter global yang mendorong lonjakan harga emas dunia. Komoditas ini memberikan andil 0,13 persen terhadap inflasi bulan ini,” ujar Mega, Senin (2/3/2026).

Selain emas, sektor pangan juga mulai menunjukkan gejolak. 

Kenaikan harga daging ayam ras turut memberikan tekanan inflasi yang signifikan. 

Hal ini dipicu penetapan harga dari agen besar yang menjadi acuan di tingkat kios, ditambah dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momentum bulan suci Ramadan.

Tekanan ekonomi juga datang dari sektor infrastruktur rumah tangga. 

BPS mencatat adanya kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. 

Hal ini merupakan imbas dari kembalinya tarif listrik ke harga normal setelah berakhirnya periode diskon yang sempat diberlakukan pada Februari tahun sebelumnya.

Jika menilik data tahunan, terdapat tiga kelompok besar yang mendominasi inflasi Februari 2026. 

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil 1,18 persen. 

“Dipengaruhi ikan layang, daging ayam ras, ikan kembung, ikan tongkol, beras, dan ikan bandeng,” tutur Mega.

Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar memberikan andil besar sebesar 2,24 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,01 persen. 

Untuk inflasi bulanan, selain emas dan ayam, komoditas lain seperti angkutan udara, kacang panjang, tomat, hingga pembalut wanita juga tercatat mengalami kenaikan harga.

Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang berperan sebagai penahan laju inflasi, di antaranya ikan layang, bensin, bawang merah, minyak goreng, hingga bahan bakar rumah tangga. 

Mega menekankan, dinamika ekonomi saat ini merupakan perpaduan antara kondisi eksternal dan siklus tahunan di daerah. 

“Perkembangan harga pada Februari 2026 masih dipengaruhi faktor global serta momentum musiman menjelang Ramadan,” pungkasnya. (*)