TANJUNG REDEB – Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Berau menagih janji kampanye Bupati Sri Juniarsih terkait pembangunan sirkuit balap permanen.

Pada Senin (12/5/2025), sejumlah pengurus IMI Berau menyampaikan harapan agar proyek sirkuit tidak sekadar menjadi wacana, melainkan segera direalisasikan secara bertahap.

“Sudah waktunya Berau memiliki sirkuit permanen. Ini bukan hanya soal balapan, tapi juga soal pembinaan prestasi dan keselamatan generasi muda,” ungkap Ketua IMI Berau, Noviar Ridwan.

Noviar menyebut kunjungan itu sebagai upaya menjalin koordinasi awal serta menyampaikan kembali aspirasi para pecinta otomotif di Bumi Batiwakkal.

Dia menyadari proyek ini memerlukan dana besar, namun menyarankan agar pembangunan dilakukan bertahap.

“Kami tidak menuntut semuanya langsung jadi. Yang penting ada bentuk nyata dulu, baik itu master plan maupun progres awal. Kalau dicicil, saya yakin ini bisa terwujud,” jelasnya.

IMI Berau juga berharap agar rencana pembangunan sirkuit masuk dalam program strategis Pemkab Berau di periode kedua kepemimpinan Sri Juniarsih dan Gamalis. 

Menurutnya, keberadaan sirkuit diyakini bisa menjadi solusi terhadap maraknya aksi balap liar di jalan raya.

Senada dengan itu, Sekretaris IMI Berau, Mumin, menambahkan pentingnya sirkuit sebagai sarana resmi dan aman bagi para pemuda yang gemar balap.

“Kalau sudah ada sirkuit, kami bisa lakukan pembinaan secara rutin dan terarah. Potensi mereka bisa diarahkan ke arah positif,” katanya.

Mumin juga menyoroti ketiadaan fasilitas latihan yang memadai yang membuat para pegiat otomotif terpaksa menggunakan jalan umum, membahayakan keselamatan dan ketertiban.

“Saat ada event, kami masih pakai jalan umum. Kalau ada sirkuit, itu tidak akan ganggu aktivitas masyarakat,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sri Juniarsih memberikan respons positif. Ia menyatakan Pemkab Berau akan menelaah secara serius usulan tersebut dan menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran daerah.

Ia juga membuka ruang komunikasi lanjutan agar program ini bisa benar-benar terwujud. 

Bupati Sri menyebut, sirkuit tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat balapan, tetapi juga destinasi wisata otomotif yang mampu mendatangkan manfaat ekonomi, baik dari sisi pembinaan atlet lokal maupun penyelenggaraan event berskala regional dan nasional.

“Rencana sirkuit ini sudah mulai dibahas dan telah dianggarkan untuk 2026, tapi tentu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan, membangun sirkuit bukan hal mudah, namun Pemkab akan mengupayakan agar proyek ini mulai terlihat realisasinya secara bertahap.

“Semoga keinginan para pegiat otomotif di Berau bisa terealisasi lewat pembangunan sirkuit ini,” pungkasnya. (*)