BERAU TERKINI – Pedagang ikan di Tanjung Redeb, Berau ungkap penyebab naik turunnya harga ikan.
Harga ikan di Tanjung Redeb, Berau mengalami fluktuasi atau naik turun harga.
Salah satu pedagang ikan, Bahar mengatakan, naik turunnya harga ikan dipengaruhi oleh cuaca dan musim terang bulan.
Diketahui nelayan tidak akan turun ke laut jika terjadi gelombang besar.
“Untuk harga ikan lain naik turun. Apalagi ini kan terang bulan otomatis, ikan laut nda ada,” kata Bahar ditemui di Jalan Gunung Martim, Selasa (2/12/2025).
“Jarang, ada tapi nda terlalu banyak. Soalnya pencari ikan naik semua, kecuali orang mancing-mancing,” sambungnya.
Bahar menjelaskan, saat ini lapaknya menjual ikan layang dengan harga Rp 50 ribu.
“Ini kalau kita ambil di pasar Rp 45 ribu saya jual Rp 50 ribu,” ungkapnya.
Harga ikan di lapaknya juga beragam, mulai dari ikan nila seharga Rp 45 ribu, ikan bandeng Rp 35 ribu, ikan mujair Rp 30 ribu.

Pedagang ikan lainnya, Edi mengatakan, harga ikan masih tetap seperti bulan sebelumnya.
“Ini pengaruh terang bulan lagi. Kalau dulu kan bulan janda itu artinya gelombang kuat. Orang nelayan agak-agak takut ke laut. Makanya kemarin harga ikan lagi naik-naiknya,” kata Edi.
Dia mengatakan, harga ikan bisa saja turun harga tergantung dengan kondisi ikan saat tiba di lapaknya.
“Nah, paling turun Rp 3 ribu, Rp 5 Ribu, kalau dia segar datangnya ke sini tuh sampai Rp 60 ribu, Rp 65 ribu itu harganya ikan layang,” jelasnya.
“Kalau di ikan itu beginilah sementara keadaannya, kurang lebih kayak kemarin aja lah,” tambahnya.
Menurut Edi, kenaikan harga tak hanya terjadi untuk ikan, namun semua jenis sembako.
“Jadi barang sembako, baik barang apapun, baju, apa. Semualah yang berbau jualan begitu, kan. Harganya naik semua,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, BPS Berau melaporkan bahwa inflasi year on year di Berau pada bulan November 2025 sebesar 2,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 110,04.
Komoditas penyumbang inflasi (YoY) kabupaten berau November 2025 terbesar didominasi oleh ikan layang atau ikan benggol dengan andil inflasi sebesar 0,64 persen.
“Masih tingginya curah hujan yang terjadi sejak Oktober 2025, memberikan dampak yang masih sama pada aktivitas penangkapan ikan laut, utamanya ikan layang,” ungkap Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, dalam keterangan resminya, Senin (1/12/2025).
