BERAU TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan tradisi syukuran laut dan lomba perahu dompeng yang menjadi agenda tahunan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, yang diselenggarakan pada Senin (1/12/2025).

Lomba perahu dompeng, yang telah menjadi magnet bagi komunitas balap tradisional, diikuti oleh 30 peserta dari berbagai daerah.

Tingginya antusiasme terlihat dari partisipasi peserta dari luar Berau, termasuk Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Penajam Paser Utara (PPU), Kota Bontang, hingga Kalimantan Utara.

Sri Juniarsih menegaskan, tradisi ini bukan sekadar ajang hiburan semata, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi tulus kepada para nelayan yang menjadi pilar utama Kampung Buyung-Buyung.

“Selamat ulang tahun Kampung Buyung-Buyung dan apresiasi atas terselenggaranya lomba perahu dompeng, yang telah menjadi agenda khas wilayah Tabalar,” ujar Bupati.

Sri Juniarsih menekankan, Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan, termasuk melalui pemberian perlindungan sosial. 

Perlindungan ini meliputi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, yang penting untuk menjamin keselamatan dan layanan kesehatan para nelayan.

“Sebagai kampung maju, Buyung-Buyung memiliki banyak potensi yang harus dimaksimalkan, mulai dari swasembada beras, sumber daya laut, hingga sektor wisata,” jelasnya.

Menurut Sri Juniarsih, hasil laut yang melimpah merupakan peluang besar bagi masyarakat. 

Namun, hal itu harus diimbangi dengan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendorong produktivitas dan pendapatan.

“Pemerintah siap mendukung pemasaran produk agar dapat menembus pasar yang lebih luas,” terangnya.

Sri Juniarsih juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian mangrove. 

Hutan mangrove diakui sebagai benteng alami yang melindungi kampung dari bencana, sekaligus menjadi sumber pendapatan baru melalui skema dana karbon.

“Buyung-Buyung menjadi salah satu kampung percontohan dan penerima dana karbon sebesar Rp349 juta tahun ini,” ungkap Sri Juniarsih.

Perayaan HUT ke-74 Kampung Buyung-Buyung menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan rasa syukur, dan menggali kembali potensi lokal.

“Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Buyung-Buyung diharapkan terus berkembang menjadi kampung nelayan yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*/Adv)