BERAU TERKINI – Nilai ekspor komoditas udang windu dari Kalimantan Timur berhasil menembus angka fantastis sebesar Rp164,4 miliar sepanjang periode Januari hingga Juli 2025. Capaian ini menegaskan posisi udang windu sebagai ‘raja’ yang tak tergoyahkan di sektor ekspor perikanan Benua Etam.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat, angka tersebut menyumbang sekitar 64 persen dari total sementara nilai ekspor perikanan daerah yang mencapai Rp256 miliar.
Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, menjelaskan bahwa dominasi udang windu disebabkan oleh kualitasnya yang diakui pasar global serta nilai jualnya yang berbasis standar dolar Amerika Serikat.
“Orientasi sektor perikanan saat ini diarahkan pada pangsa ekspor, dengan udang windu sebagai penyumbang terbesar karena kualitas dan nilai jualnya,” ungkap Irhan, Senin (25/8/2025).
Tren ini konsisten dari tahun sebelumnya. Pada 2024, udang windu juga merajai pasar dengan kontribusi Rp267,1 miliar atau lebih dari 63 persen dari total nilai ekspor perikanan Kaltim yang mencapai Rp423 miliar.
Meskipun udang windu menjadi primadona, beberapa komoditas lain turut menjadi penyumbang devisa, di antaranya udang pink (Rp49,3 miliar), udang putih (Rp13,7 miliar), dan ikan bawal putih segar (Rp10,6 miliar).
Menurut Irhan, Kaltim tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga terus berupaya memperkuat posisi di pasar ekspor yang telah merambah Asia, Amerika, dan Eropa.
“Potensi perikanan di Indonesia cukup besar, baik melalui perikanan tangkap maupun budidaya,” tutupnya. (*)
