BERAU TERKINI – Penemuan toples berisi tiga jari tangan manusia di lahan kebun cabai membuat heboh warga di kawasan Jalan Rimbawan 1, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim.

Potongan jari itu ditemukan pertama kali oleh Amsarif, seorang warga sekitar yang sedang membersihkan lahan tersebut untuk berkebun.

Toples yang dibungkus plastik bening itu terkena sabetan arit yang dia bawa.

Saat terbelah, nampak plastik yang berisi satu buah toples.

Curiga dengan isinya, Amsarif lalu mengamankan toples tersebut lalu melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Awalnya masih terbungkus plastik hitam. Pas saya tebas, robek dan keluar toples itu,” kata Amsarid, dalam kutipan laporan Berita Satu.

TKP penemuan tiga jari manusia oleh seorang pekebun cabai. (facebook/info terkini samarinda)
TKP penemuan tiga jari manusia oleh seorang pekebun cabai. (facebook/info terkini samarinda)

Ia mengaku tidak langsung menyadari isi toples tersebut. Baru setelah dibuka oleh petugas kepolisian, diketahui di dalamnya terdapat potongan jari tangan manusia.

“Setelah dibuka polisi, baru tahu itu jari tangan, ada tiga,” kata Amasarif.

Petugas dari tim Inafis Polresta Samarinda yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam proses tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa toples berisi tiga jari manusia serta selembar kain putih untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Perwira Pengendali (Padal) Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan potongan tersebut terdiri dari jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk.

“Dari hasil awal, ditemukan tiga jari, yaitu jari manis, tengah, dan telunjuk,” jelasnya.

Mat Bahri menambahkan, kondisi potongan jari masih relatif utuh.

Namun, kondisinya diperkirakan telah terpisah dari tubuh lebih dari tiga hari.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul potongan tubuh tersebut.

Termasuk kemungkinan adanya tindak pidana yang melatarbelakanginya.

Kasus ini pun menjadi perhatian warga karena dinilai tidak biasa dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.