TANJUNG REDEB – Modus kejahatan digital terus berkembang. Kali ini, aksi penipuan berkedok aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) mulai menyasar warga dengan cara yang makin meyakinkan.
Menyikapi hal ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengungkapkan, meskipun belum ada laporan resmi dari warga Berau, pihaknya telah menerima sejumlah aduan melalui layanan konsultasi online dan call center.
Beberapa warga hampir menjadi korban setelah dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai petugas disdukcapil dan diminta mengirimkan data pribadi, seperti foto KTP, Kartu Keluarga, hingga data rekening.
“Sempat ada yang hampir tertipu. Pelaku meminta data lengkap dengan alasan untuk aktivasi IKD. Padahal, kami tidak pernah meminta data seperti itu lewat WhatsApp atau telepon pribadi,” ungkap David, Minggu (13/7/2025).
Menurutnya, para pelaku menyamar sebagai petugas resmi dan menyebar pesan lewat aplikasi perpesanan, lengkap dengan logo atau format seolah dari instansi pemerintah. Hal ini tentu membuat banyak orang lengah dan percaya begitu saja.
Yang mengkhawatirkan, lanjut David, penipuan ini tak hanya berpotensi mencuri data, tetapi juga bisa berujung pada pencurian uang jika pelaku berhasil mendapatkan informasi rekening korban.
“Kalau sudah sampai minta data rekening, ini bukan lagi sekadar penyalahgunaan identitas, tapi sudah masuk ke ranah kejahatan serius,” tegasnya.
David mengingatkan, masyarakat harus lebih cermat dan waspada, terutama di era digital seperti sekarang, di mana modus kejahatan siber semakin canggih dan sulit dikenali.
“Langkah konfirmasi ke sumber resmi adalah kunci. Jangan segan melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. Kami siap menindaklanjuti dan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika ada unsur pidana,” pungkasnya. (*/Adv Kominfo)
