BERAU TERKINI – Mayoritas publik menilai program MBG rawan dikorupsi, hal itu merupakan temuan hasil survei Policy Research Center.

Lembaga Policy Research Center melakukan survei nasional atas kepuasan publik terkait program makan bergizi gratis atau MBG.

Diketahui program MBG merupakan program unggulan dari Presiden Prabowo.

Lewat koordinasi BGN, program MBG menyediakan menu makan bergizi bagi siswa sekolah.

Setelah berjalan selama satu tahun, mayoritas publik justru tidak puas dengan program MBG yang ada saat ini.

Kantor BGN, Jalan Kebon Sirih, Jakarta (Fawdi/BT)
Kantor BGN, Jalan Kebon Sirih, Jakarta (Fawdi/BT)

Bahkan temuan Policy Research Center menunjukkan ada lebih dari 85,5 persen responden yang menilai keuntungan pogram MBG bukan untuk murid atau anak-anak.

Sebanyak 87 persen responden bahkan percaya program MBG tersebut cukup rawan dikorupsi.

“Policy Research Center melakukan survei nasional pada Maret 2026, sekitar 14 bulan setelah program berjalan,” tulis laporan survei Policy Research Center.

“88,5 persen menilai manfaat lebih banyak mengalir ke elite politik dan pemilik dapur, bukan anak-anak, 87 persen percaya program ini rawan dikorupsi,” lanjutnya.

Hasil survei juga menunjukkan mayoritas publik ingin adanya perubahan skema dalam program MBG.

“79 persen yakin kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan oknum, 80 persen tidak mendukung program MBG dilanjutkan dalam bentuknya saat ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, riset Policy Research Center dilakukan pada bulan Maret 2026, survei dilakukan dengan melibatkan 1.168 responden di mana 80,4 persen di antaranya adalah penerima manfaat MBG.