BERAU TERKINI — Suasana penuh toleransi dan kebersamaan tampak jelas di Kabupaten Berau, Jumat (3/4/2026), saat umat Kristiani dan Muslim menjalankan ibadah secara bersamaan dengan khidmat dan saling menghormati.
Umat Kristiani melaksanakan ibadah Paskah dan Jumat Agung untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus di Gereja Katolik Santo Eugenius.
Sekitar 500 jemaat mengikuti ibadah yang dipimpin Stevanus Tri, dengan tema “Jum’at Suci”.
Di waktu yang hampir bersamaan, umat Muslim juga menunaikan Salat Jumat di Masjid Agung Baitul Hikmah yang lokasinya hanya hitungan meter.
Kedua kegiatan ibadah berlangsung berdampingan dalam suasana tenang dan penuh penghormatan antarumat beragama.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran, Polres Berau menerjunkan personel pengamanan yang dipimpin Iptu Muhammad Kasim Kahar.
Pengamanan dilakukan secara terbuka, mulai dari pengawasan keluar masuk jemaat hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Kasim mengatakan, seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kami memastikan kegiatan ibadah berjalan aman dan kondusif. Personel kami siagakan untuk melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap lancar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, suasana toleransi yang terbangun di tengah masyarakat Berau begitu rukun.
Dua ibadah besar dapat berlangsung bersamaan tanpa mengganggu satu sama lain.
“Ini menjadi gambaran nyata kerukunan antarumat beragama di Berau. Masyarakat saling menghormati meskipun menjalankan ibadah di waktu yang bersamaan,” kata pria yang menjabat Kasubsipenmas Sihumas Polres Berau itu.
Momentum ini menjadi cerminan kuat bahwa toleransi di Berau tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Selain itu, koordinasi dengan pihak pengurus gereja juga dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian ibadah berlangsung.
“Ini jadi momentum potret nyata kerukunan di Berau. Meski berbeda keyakinan, toleransi tetap dijunjung tinggi dan dijaga bersama dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)

