BERAU TERKINIBerikut ini sejumlah upacara dan tradisi budaya yang akan digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Berau pada bulan September mendatang.

Perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb pada September 2025 akan dimeriahkan dengan berbagai agenda budaya khas daerah.

Sejumlah ritual adat hingga festival kesenian akan digelar di berbagai kecamatan di Berau sebagai wujud pelestarian tradisi lokal.

Baturunan Parau di Gunung Tabur

Tradisi budaya Baturunan Parau akan dilaksanakan di Kecamatan Gunung Tabur, Berau.

Tradisi ini dilakukan dengan menurunkan perahu lomba yang beratnya mencapai lebih dari 300 kilogram.

Prosesi dimulai dengan tepung tawar oleh Putri, pembacaan doa oleh sesepuh agama, lalu perahu diangkat bersama-sama dengan satu komando untuk diturunkan ke Sungai Segah.

Mamallas Banua di Sambaliung

Upacara tradisional ini akan berlangsung di Kecamatan Sambaliung, Berau.

Upacara tradisional ini bertujuan mengobati kampung serta memohon perlindungan kepada Allah dari segala marabahaya dan penyakit.

Mamallas Banua juga menjadi salah satu penanda dimulainya rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau.

Festival Mag Lami Bajau Kampung Tanjung Batu

Kampung Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan, Berau bakal melaksanakan Festival Mag Lami Bajau

Mag Lami-Lami yang berarti “beramai-ramai suku Bajau” menampilkan kesenian sederhana namun sarat makna.

Festival Mag Lami Bajau Kampung Tanjung Batu, Berau (Ist)
Festival Mag Lami Bajau Kampung Tanjung Batu, Berau (Ist)

Acara ini menjadi ruang bagi masyarakat Bajau untuk memperkenalkan adat dan budaya mereka kepada khalayak luas.

Nepa Pade Kampung Inaran

Kampung Inaran di Kecamatan Sambaliung, Berau akan melaksanakan Festival Nepa Pade.

Acara ini dibuka dengan tarian khas setempat, lalu dilanjutkan dengan pawai budaya, permainan tradisional, hingga pertunjukan seni.

Festival Nepa Pade bertujuan mempererat persaudaraan masyarakat adat serumpun Inaran, Merabu, Mapulu, Merapun, dan Panaan, sekaligus meneguhkan cinta masyarakat terhadap tradisi budaya Berau.

Beragam agenda ini menjadi kesempatan bagi masyarakat maupun wisatawan untuk menyaksikan kekayaan tradisi Bumi Batiwakkal.

Selain meriah, perayaan budaya ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Berau menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.(*)