BERAU TERKINI – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur mengalami kenaikan signifikan pada periode awal September 2025. Harga untuk tandan dari pohon usia 10 tahun bahkan berhasil menembus level psikologis baru di atas Rp3.300 per kilogram.
Tren positif ini membawa angin segar bagi para petani kelapa sawit di daerah. Kenaikan ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Andi M. Siddik, menjelaskan kenaikan harga ini tidak terlepas dari situasi pasar global. Faktor utamanya adalah penguatan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO) dan meningkatnya permintaan.
Untuk periode 1-15 September 2025, harga rata-rata CPO di Kaltim ditetapkan sebesar Rp14.248,91 per kilogram. Hal inilah yang menjadi pemicu terdongkraknya harga TBS di tingkat petani.
Andi merinci, kenaikan harga berlaku untuk semua kelompok umur tanaman dengan besaran yang bervariasi. Harga terendah adalah untuk TBS dari pohon umur 3 tahun yang ditetapkan sebesar Rp2.906,61 per kg.
“Di umur 4 tahun diharga Rp3.098,00 per kg, umur 5 tahun seharga Rp3.118,26 per kg. Selanjutnya umur 6 tahun Rp3.152,22 per kg,” sebut Andi dalam keterangan resminya, Kamis (2/10/2025).
Sementara itu, untuk pohon umur 7 tahun harganya mencapai Rp3.171,56 per kg, dan terus menanjak hingga puncaknya di usia 10 tahun yang dihargai Rp3.301,91 per kg.
Ia menegaskan bahwa daftar harga ini menjadi standar bagi para petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit.
“Daftar harga TBS sawit di atas, merupakan standar harga bagi petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim,” tutupnya. (*)
