BERAU TERKINI – Pengamat ekonomi memprediksi harga BBM nonsubsidi akan naik sebesar 15 persen.
Pertamina menyebut pengumuman harga BBM di bulan April baru akan disampaikan pada 1 April 2026 mendatang.
Namun rumor tersebar harga BBM akan mengalami kenaikan harga cukup drastis pada bulan depan.
Diketahui potensi kenaikan harga BBM tak terlepas dari kenaikan harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah.
Pengamat ekonomi memprediksi kenaikan harga BBM nonsubsidi akan terjadi di rentang 15 persen.

Ini artinya, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite akan naik sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, dirinya menilai jika kenaikan harga BBM nonsubsidi naik terlalu tinggi maka akan berdampak pada inflasi.
“BBM nonsubsidi diperkirakan naik Rp1.500-2.000 per liter sekitar 15 persen untuk Pertamax dan Pertamina Dex,” ujar Bhima Yudhistira dikutip dari laporan CNN Indonesia.
“Jadi kenaikan sampai Rp5.000 per liter sepertinya harus dihindari karena menciptakan inflasi yang berisiko tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia atau harga pasar.
Menurut Bahlil Lahadalia, penyesuaian harga BBM nonsubsidi terjadi tiap bulannya tanpa harus ada pengumuman resmi dari pemerintah.
“Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar. Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan, dia akan mengikuti harga pasar,” kata Bahlil Lahadalia dikutip dari CNN Indonesia.
Bahlil Lahadalia menyebut, pemerintah kini tengah menggodok kebijakan terbaru terkait harga BBM bersubsidi.
Menurutnya, kebijakan terbaru soal harga BBM bersubsidi akan diumumkan oleh Presiden Prabowo.
“Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya. Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” katanya.
“Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat,” jelasnya.

