BERAU TERKINI – Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Berau melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Berau Terkini pada Kamis (5/3/2026) sore.
Pertemuan hangat tersebut menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara sektor perbankan dan media di Bumi Batiwakkal.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BTN Cabang Berau, Prayogo Dimas Wibisono, disambut langsung oleh tim Berau Terkini.
Pertemuan singkat ini diisi dengan diskusi ringan namun sarat informasi, terutama mengenai perkembangan layanan perbankan yang ada di BTN saat ini.

Prayogo berbagi pandangan mengenai persepsi masyarakat yang selama ini menganggap BTN hanya fokus pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Padahal, BTN memiliki layanan yang sangat beragam layaknya bank umum lainnya, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), modal kerja, hingga tabungan transaksional.
“Sebenarnya bukan cuma KPR, mungkin orang pahamnya pasti KPR padahal sebenarnya enggak,” ungkap Prayogo.
Salah satu produk unggulan yang disorot dalam pertemuan tersebut adalah KUR.
Prayogo menilai KUR di BTN sangat fleksibel dengan limit kredit maksimal hingga Rp500 juta.
Menariknya, bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal di bawah Rp100 juta, BTN tidak mewajibkan penggunaan agunan atau jaminan.
Untuk pinjaman di atas angka tersebut, agunan yang dipersyaratkan pun tergolong sangat ringan.
Pelaku usaha cukup melampirkan agunan sebesar 30 persen dari nilai kredit yang diajukan.
Jenis agunan yang diterima juga sangat variatif, mulai dari uang tunai dalam bentuk deposito, sertifikat tanah atau rumah, hingga BPKB kendaraan.
“Enaknya itu Rp100 juta ke bawah enggak perlu pakai agunan, 100 juta ke atas baru pakai agunan,” ujarnya menjelaskan kemudahan akses modal bagi UMKM.
Dia menjelaskan, persyaratan KUR maupun KPR pada dasarnya mengikuti standar program pemerintah yang berlaku di semua bank.
Beberapa syarat utama di antaranya memiliki usaha yang telah berjalan minimal selama enam bulan dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Faktor krusial lainnya yang menjadi pertimbangan bank adalah rekam jejak kredit calon debitur.
“Yang jelas pasti harusnya BTN check in-nya aman, nanti kan pasti bank akan ngitung lagi tuh kemampuan mengangsurnya kan, masuk apa enggak gitu. Tapi kalau yang selebihnya mirip lah, hampir semua bank harusnya sama,” pungkasnya. (*)
