BERAU TERKINI – Rencana pembangunan gedung SMA baru di Kecamatan Segah mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Berau, Rudi Mangunsong.
Ketua Komisi II DPRD Berau tersebut menegaskan, realisasi rencana pemerintah ini harus dilakukan secara komprehensif agar benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat setempat.
Rudi memahami sepenuhnya ketersediaan sekolah menengah atas formal di Segah telah menjadi aspirasi mendalam warga selama beberapa tahun terakhir.
Namun, ia mengingatkan jangan sampai kehadiran gedung baru tersebut justru menjadi kendala baru di masa depan, terutama jika anak-anak lokal tidak dapat mengenyam pendidikan hanya karena terbentur aturan zonasi.
“Sistem pendidikan jangan justru membuat anak-anak di sekitar Segah enggak dapat haknya,” tegas Rudi usai Musrenbang di Kampung Tepian Buah, Senin (9/2/2026).

Ia menekankan, manfaat dari kehadiran sekolah baru harus dirasakan secara adil oleh seluruh kampung di satu kecamatan, bukan sekadar menguntungkan satu titik lokasi tertentu.
Selain sektor pendidikan, Rudi juga menaruh perhatian serius pada persoalan administrasi kependudukan.
Ia mendesak pemerintah kecamatan untuk proaktif memastikan tidak ada lagi warga yang telah menetap bertahun-tahun namun belum mengantongi KTP Kabupaten Berau.
Menurutnya, status kependudukan yang tidak jelas akan berdampak sistemik terhadap kuota pelayanan publik, khususnya pada sektor kesehatan.
“Ujung-ujungnya warga kita sendiri yang kesulitan karena harus sering dirujuk ke Tanjung Redeb,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Sehubungan dengan hal itu, Rudi turut mendesak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Segah untuk meningkatkan standar fasilitas kesehatan mereka secara mandiri.
Ia berharap klinik milik perusahaan tidak sekadar formalitas, tetapi wajib didukung oleh tenaga dokter dan fasilitas yang representatif untuk melayani para pekerjanya.
“Fasilitas klinik perusahaan harus utama untuk karyawan. Jangan sampai beban kesehatan karyawan yang tidak ber-KTP Berau justru memakan kuota obat di puskesmas atau fasilitas umum kecamatan,” ujarnya.
Rudi pun mengajak seluruh kepala kampung untuk bersikap realistis dalam mengusulkan program pembangunan, namun tetap menjaga optimisme.
Ia membeberkan realitas bahwa meski total usulan pembangunan daerah bisa mencapai angka puluhan triliun rupiah, kemampuan APBD Berau saat ini masih berada di kisaran Rp3,2 triliun.
“Kami akan perjuangkan mana yang menjadi skala prioritas demi kesejahteraan masyarakat Segah,” pungkasnya. (*)
