BERAU TERKINI – Gubernur Kaltim periode 2019/2024 Isran Noor mementahkan pernyataan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud soal tak adanya mobil dinas khusus kepala daerah.

Selama ia menjadi gubernur, sering menggunakan mobil dinas Lexus yang disebut sangat andal di medan jalan rusak.

Kendaraan itu ia yakini belum dilelang.

Saat dia meninggalkan rumah jabatan, kendaraan itu terparkir rapi di gudang Pemprov Kaltim.

“Alasan aja itu kalau tidak mobil untuk gubernur,” ucap Isran Noor, mengutip Berita Kaltim.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat meninjau jalan rusak di Kubar (Instagram/@pemprov_kaltim)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat meninjau jalan rusak di Kubar (Instagram/@pemprov_kaltim)

Ia menantang agar pemerintah tak perlu buru-buru belanja kendaraan operasional.

Kebijakan belanja itu dapat dilakukan ketika Kaltim memiliki pendapatan asli yang tinggi.

Menurutnya, hal itu akan diwajarkan oleh publik ketika pemerintah daerah bekerja dengan baik.

“Naikkan PAD-nya dong, baru beli mobil dinas mahal,” kata dia.

Sebelumnya, Isran Noor menegaskan tak pernah membelanjakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi.

Apalagi ketika belanja yang identik dengan kemewahan, dia akan lebih memilih untuk membelinya dengan uang pribadi.

“Lebih baik aku beli pakai uang pribadi, kalau mau pakai mobil mewah,” kata Isran Noor dalam wawancara di akun instagram @selasarmedia.

Ia melayangkan komentar sarkastik dengan menyebut bila seorang gubernur harus bisa menjaga marwah.

Diksi yang disampaikan Gubernur Rudy Masud yang membuat dirinya viral se Indonesia selama sebulan belakangan ini.

“Aku gak pernah jadi gubernur, karane kalau jadi gubernur itu harus bisa menjaga marwah,” ucapnya.

Ia mengaku, secara pribadi hanya menikmati mobil mewah milik orang lain.

Mobil Mercedes Benz Maybach seharga Rp15 miliar.

“Pernah naik mobil mewah, tapi punya orang,” ujar Isran Noor dengan gaya bahasa suku Banjar khas dirinya.

Sebagai mantan gubernur, dia menyampaikan memiliki jet pribadi.

Jet pribadi yang dia belanjakan menggunakan uang pribadi.

“Aku begini-begini punya jet pribadi, tapi beli sendiri, bukan uang rakyat,” ujarnya.