BERAU TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah memperjuangkan Karst Sangkulirang Mangkalihat masuk dalam situs sejarah dan kekayaan alam wisata kelas internasional.
Pada Sabtu (6/9/2025), Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, dan rombongannya mengunjungi Kampung Merabu, Kecamatan Kelay.
Kampung Merabu merupakan pintu masuk menuju destinasi wisata Gua Beloyot, Danau Nyadeng, dan Puncak Ketepu.
Diketahui, Gua Beloyot merupakan salah satu situs sejarah dengan keberadaan lukisan prasejarah di dinding gua yang diklaim berusia sekitar 4000-an tahun.
Di gua tersebut, terdapat 26 lukisan yang dibuat oleh manusia prasejarah dengan bentuk lukisan berupa gambar binatang, tangan, hingga manusia.
Gubernur Harum mengatakan, situs tersebut akan diperjuangkan untuk mendapat pengakuan dari UNESCO, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun, sebelumnya, situs tersebut akan digodok Pemprov Kaltim berkolaborasi dengan NGO untuk didaftarkan ke situs sejarah nasional.
“Dibutuhkan kolaborasi untuk mewujudkan ini,” kata Harum.
Dia mengatakan, upaya tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk menumbuhkan industri pariwisata di Bumi Mulawarman.
Transisi tersebut perlu dilakukan pemerintah agar tak terjebak dalam pendapatan yang berasal dari dana bagi hasil industri ekstraktif.
“Kami komitmen dalam hal transisi ini,” ucapnya.
Situs geologi itu diberikan proteksi oleh pemerintah agar dapat dikembangkan sebagai sarana edukasi dan penelitian di dunia keilmuan arkeologi.
Selain itu, situs itu bisa dijadikan sebagai fondasi untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat lokal yang mengelola hutan dan hasil kekayaan alam yang terdapat dalam hutan karst tersebut.
“Ini demi kesejahteraan masyarakat di sini ya, khususnya di Berau dan Kutim,” ucapnya.
Kepala Kampung Merabu, Asrani Karna, menyambut baik upaya pengukuhan status karst di wilayahnya.
Hal ini selaras dengan upaya Pemkab Berau dan Kampung Merabu yang selama ini menggantungkan hidup dari pariwisata di tiga destinasi unggulan di kampung tersebut.
“Terima kasih atas perhatian bapak gubernur dan Pemkab Berau,” ucapnya.
Dia berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan program pembangunan menuju tiga destinasi wisata di kampung tersebut.
Sebab, saat ini masih terdapat beberapa kekurangan, mulai dari track yang masih tanah, transportasi air menuju titik wisata, hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Semoga ini dapat perhatian serius pemerintah,” ucapnya.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengatakan, upaya yang dilakukan Pemprov Kaltim tersebut telah lama menjadi program yang digodok bersama.
Pemprov Kaltim, Pemkab Berau, hingga NGO dan pemerintah kampung bekerja sama menyusun dokumen perencanaan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.
Said menuturkan, terdapat 14 titik geosite karst di Berau dari bentangan karst Sangkulirang Mangkalihat.
Semua titik tersebut tersebar mulai dari Kelay hingga Maratua. Selain itu, ada pula titik yang berada di kawasan pesisir selatan Berau.
Semua titik tersebut memiliki potensi pariwisata yang besar yang harus diberikan sentuhan pembangunan.
“Kalau semua ini terkelola, maka akan berdampak besar terhadap industri wisata di Berau,” ucapnya. (*/Adv)
