BERAU TERKINI – Wakil Bupati Berau, Gamalis, bakal mengawal janji Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang berencana memberikan sentuhan pembangunan dinding penahan abrasi di Pulau Kaniungan, Bidukbiduk.

Menurutnya, respons orang nomor satu Kaltim tersebut menjadi sinyal positif yang dapat dimanfaatkan pemerintah demi menjaga salah satu destinasi wisata andalan Bumi Batiwakkal.

“Berarti Pemprov Kaltim juga komitmen dalam hal peningkatan pariwisata,” kata Gamalis, di sela kegiatannya, Jumat (19/12/2025).

Dia menyampaikan, dibutuhkan komunikasi yang baik dengan Pemprov Kaltim untuk merealisasikan janji tersebut. 

Salah satunya meminta anggota DPRD Kaltim dari Dapil VI untuk dapat melakukan hal tersebut.

Dari para dewan, dia meyakini pengawalan kebijakan anggaran yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya akan menjadi kekuatan secara politik di Kaltim.

“Terima kasih atas atensi Bapak Harum ke Pulau Kaniungan, ini akan menjadi semangat kami untuk mandiri di sektor pariwisata,” tuturnya.

Diketahui, Gamalis bersama rombongan Pemkab Berau beberapa waktu lalu melakukan lawatan ke pulau ujung pesisir selatan tersebut.

Dia banyak mendapatkan aspirasi dari warga yang menginginkan penanganan segera agar Pulau Kaniungan tak digerus ombak dan kehilangan daratannya.

“Kalau tak ditangani bisa habis memang itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud (Harum) menginstruksikan jajarannya untuk segera menghitung kebutuhan anggaran pembangunan dinding penahan abrasi guna menyelamatkan salah satu aset wisata unggulan tersebut dari risiko kehilangan daratan.

Harum mengakui memiliki keresahan yang sama dengan Pemkab Berau terkait dampak kerusakan lingkungan yang mulai mengikis bibir pantai pulau eksotis itu.

Sebagai langkah konkret, Harum akan menerjunkan tim dari Dinas Pariwisata serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kaltim untuk meninjau langsung lokasi.

Tim tersebut ditargetkan untuk segera mendapatkan data lapangan serta menghitung proyeksi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik dinding penahan ombak.

“Nanti akan dikaji seperti apa pola penanganannya. Kami perlu menimbang dulu seberapa besar kebutuhannya sebelum memutuskan kebijakan anggaran,” ujar Harum di Hotel Mercure Berau, Kamis (18/12/2025) pagi.

Meski berkomitmen melindungi Pulau Kaniungan, Harum menekankan, rencana ini harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Saat ini, Kaltim tengah melakukan efisiensi anggaran, di mana APBD 2026 diproyeksikan berada di angka Rp15 triliun, atau turun dari proyeksi awal sebesar Rp22 triliun.

Jika kebutuhan anggarannya masih rasional dan tidak mencapai angka ratusan miliar, proyek ini akan diprioritaskan demi keberlangsungan pulau.

Mengingat APBD 2026 saat ini sudah disahkan, Harum membuka peluang untuk memasukkan proyek penyelamatan pulau ini pada masa APBD Perubahan tahun depan.

Semua keputusan nantinya akan diambil dengan mempertimbangkan skala prioritas dan urgensi penanganan di lapangan agar aset berharga Kaltim tetap terjaga. (*)