BERAU TERKINI – Sepeda kini tak lagi sekadar alat olahraga pagi hari di Kabupaten Berau.
Dalam beberapa waktu terakhir, geliat pecinta sepeda justru semakin terasa saat malam tiba.
Jalanan Tanjung Redeb yang mulai lengang selepas jam kerja kini menjadi ruang favorit bagi warga untuk menyalurkan hobi bersepeda.
Fenomena ini bukan muncul tanpa alasan. Bagi sebagian besar pesepeda, malam hari adalah satu-satunya waktu luang setelah seharian berjibaku dengan pekerjaan.
Bersepeda menjadi cara sederhana untuk melepas penat, menjaga kebugaran, sekaligus menikmati suasana kota dari sudut yang berbeda.
Seperti yang dilakukan para anggota komunitas sepeda bernama Abissia Bike yang anggotanya berbagai kalangan, mulai pelajar, karyawan swasta, ASN, pengusaha, hingga kalangan lainnya.

Salah seorang penggagas Abissia Bike, Sigit Pamungkas, mengatakan, tren bersepeda malam mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat Berau terhadap gaya hidup sehat, meski di tengah padatnya aktivitas harian.
“Kebanyakan peserta gowes malam adalah pekerja. Siang hari mereka kerja, malam baru punya waktu untuk bersepeda,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Ia menyebut, tingginya minat masyarakat terlihat dari semakin ramainya kegiatan bersepeda malam yang digelar sejumlah komunitas sepeda.
Bahkan, pada Jumat (30/1/2026), kegiatan Night Ride yang digelar Abissia Bike, diikuti 60 pesepeda yang datang dari berbagai latar belakang dan komunitas.
Uniknya, bersepeda malam di Berau bukan sekadar soal olahraga, aktivitas ini juga menjadi ruang sosial baru.
Pesepeda dari berbagai usia berkumpul, saling menyapa, bahkan tak jarang mengajak anggota keluarga.
“Ada orang tua yang ikut gowes sambil mengajak anaknya. Ini bukan cuma soal sepeda, tapi juga kebersamaan,” katanya.
Tren bersepeda malam juga menjadi penanda jalan raya mulai dimaknai sebagai ruang publik yang inklusif.
Namun, di balik semaraknya aktivitas ini, masih ada catatan yang perlu diperhatikan, terutama terkait faktor keselamatan.
Minimnya penerangan di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Murjani I depan Lapangan Batiwakkal, dinilai masih kurang ramah bagi pesepeda yang beraktivitas pada malam hari.
“Kalau fasilitasnya mendukung, tentu pesepeda akan merasa lebih aman dan nyaman,” ucap Sigit.
Meski demikian, semangat para pesepeda tak surut. Titik kumpul di kawasan Tepian Segah kerap menjadi saksi bagaimana gowes malam berakhir dengan obrolan santai, tawa, dan dukungan terhadap pelaku UMKM setempat.
Ke depan, komunitas sepeda di Berau berharap tren bersepeda malam ini dapat terus tumbuh, seiring dengan meningkatnya kesadaran hidup sehat dan dukungan fasilitas yang lebih ramah bagi pengguna sepeda.
“Ke depan, kegiatan night ride sebagai agenda rutin yang digelar minimal satu kali setiap bulan,” pungkasnya. (*)
