BERAU TERKINI – Komitmen untuk mewujudkan layanan kepelabuhanan yang efisien, akurat, dan transparan terus digalakkan oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb. 

Sebagai langkah nyata dalam transformasi digital sektor maritim, KUPP Tanjung Redeb menggelar Sosialisasi dan Evaluasi Aplikasi Inaportnet di Hotel Mercure, Selasa (12/11/2025).

Inaportnet adalah sistem layanan tunggal elektronik (single window system) yang mengintegrasikan seluruh proses pelayanan kapal dan barang di pelabuhan. 

Penerapannya didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 8 Tahun 2022.

Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, menegaskan, digitalisasi ini adalah kebutuhan fundamental, bukan sekadar kewajiban regulasi.

“Transformasi digital ini bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi kebutuhan nyata untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan,” ujar Lister.

Menurut Lister, penerapan Inaportnet adalah kunci untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan terpercaya.

Sistem ini memungkinkan proses layanan kapal dan barang berjalan lebih cepat dan akurat untuk memangkas birokrasi dan waktu tunggu.

Selain itu, sistem ini efektif menekan potensi keterlambatan dan meningkatkan pengawasan, serta terintegrasi untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan pemangku kepentingan.

Kegiatan sosialisasi ini secara khusus berfokus pada empat pilar utama untuk memastikan implementasi Inaportnet berjalan optimal di lapangan.

Pertama, sosialisasi untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang kebijakan, manfaat, dan mekanisme Inaportnet.

Kedua, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengguna jasa dalam mengoperasikan aplikasi.

Ketiga, integrasi untuk memperkuat sinergi antara UPP, BUP, dan seluruh pemangku kepentingan.

Keempat, evaluasi untuk mengidentifikasi kendala serta merumuskan solusi bersama agar implementasi di lapangan berjalan optimal.

Acara ini juga dihadiri lengkap oleh seluruh ekosistem pelabuhan, mulai dari perusahaan pelayaran, agen pelayaran, PBM, JPT, pengelola terminal khusus (Tersus), hingga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Lister menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dua arah.

Pihaknya membuka lebar ruang diskusi agar pengguna jasa dapat menyampaikan kendala dan masukan secara langsung.

“Dengan komunikasi yang baik, penerapan Inaportnet di Tanjung Redeb akan semakin optimal dan membawa manfaat nyata bagi semua pihak,” ujarnya.

Lister berharap implementasi Inaportnet di KUPP Tanjung Redeb dapat menjadi katalis percepatan digitalisasi, mewujudkan sistem pelayanan kepelabuhanan nasional yang terintegrasi, transparan, dan modern. (*)