BERAU TERKINI – Anggota DPRD Berau, Gideon Andris, mengingatkan para pelaku usaha pariwisata tidak memanfaatkan momen libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah untuk menaikkan harga secara berlebihan.

Menurutnya, lonjakan kunjungan wisatawan saat musim libur Lebaran memang menjadi peluang meningkatkan pendapatan.

Namun, praktik aji mumpung dengan mematok tarif tidak wajar justru bisa berdampak buruk bagi citra pariwisata daerah.

“Itu bisa mencoreng nama baik wisata Berau,” kata Gideon, Jumat (27/2/2026).

Anggota DPRD Berau, Gideon Andris.
Anggota DPRD Berau, Gideon Andris.

Gideon menilai, keluhan wisatawan terkait harga yang tidak wajar kerap muncul saat musim liburan.

Jika dibiarkan, hal tersebut dapat menurunkan tingkat kepercayaan wisatawan dan berpotensi membuat mereka enggan kembali berkunjung.

Sektor pariwisata merupakan salah satu wajah Kabupaten Berau di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Karena itu, seluruh pelaku usaha diharapkan menjaga etika bisnis dan mengedepankan pelayanan yang baik.

“Jika harga yang ditawarkan wajar, mereka pasti merasa nyaman dan akan kembali lagi. Mereka juga akan merekomendasikan ke orang lain untuk datang. Tapi, kalau merasa dirugikan, dampaknya jangka panjang,” terangnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mendorong pemerintah daerah, melalui instansi terkaitnya untuk melakukan pengawasan selama masa libur Lebaran, guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak rasional di sektor pariwisata.

Ia berharap, momen Lebaran menjadi kesempatan emas untuk memperkuat citra positif pariwisata Berau ke masyarakat luas. 

“Jadikan Berau ini sebagai destinasi yang ramah, nyaman, dan profesional dalam melayani wisatawan,” pungkasnya. (*/Adv)