BERAU TERKINI – Benfica mengajukan banding atas keputusan UEFA yang menjatuhkan sanksi skors satu pertandingan bagi penyerangnya Gianluca Prestianni.

Pemberitahuan sanksi itu telah disampaikan secara resmi oleh UEFA kepada Benfica.

Dalam sanksi itu, Gianluca Prestianni dilarang untuk merumput karena masih dalam proses penyelidikan oleh UEFA.

Penyelidikan itu berkaitan dengan dugaan umpatan rasis Gianluca Prestianni kepada penyerang Real Madrid Vinicius Junior.

Atas putusan UEFA itu, Gianluca Prestianni dipastikan absen dalam laga leg kedua babak playoff Liga Champions, antara Real Madrid vs Benfica.

Vinicius Junior melayangkan protes kepada wasit Francois Letexier setelah diberikan tindakan rasis oleh penyerang Benfica Prestianni. (realmadrid.com)
Vinicius Junior melayangkan protes kepada wasit Francois Letexier setelah diberikan tindakan rasis oleh penyerang Benfica Prestianni. (realmadrid.com)

Wal hasil, Benfica akan melakukan banding atas keputusan UEFA tersebut yang dianggap tak adil kepada pemain andalannya tersebut.

“Benfica akan melakukan banding,” tulis Benfica, mengutip laporan Marca.

Klub menyanyangkan sikap tersebut.

Sanksi yang diberikan di tengah perjuangan klub The Eagles harus merebut kemenangan atas Real Madrid.

Beban itu ditambah dengan fakta bahwa The Eagles ketinggalan satu gol saat Real Madrid bertandang ke Lisbon Portugal, pada leg 1 Champions League.

“Padahal ini laga penting bagi klub,” tegasnya.

Benfica juga menegaskan kembali komitmennya yang tak tergoyahkan dalam memerangi segala bentuk rasisme atau diskriminasi.

Nilai yang menjadi bagian dari identitas historisnya dan tercermin dalam tindakan penggemar dan pemainnya.

Eusebio pun kembali diungkit.

Pria kulit hitam yang menjadi bagian dari sejarah kebangkitan sepakbola di Benfica, Lisbon, Portugal.

“Tokoh-tokoh penting dalam sejarah klub, seperti Eusébio. Kami komitmen memerangi rasisme,” ucapnya.

Sementara itu, Gianluca Prestianni juga menyampaikan protes tersebut.

Pemain berkebangsaan Argentina itu mengaku kepada penyelidik bahwa dia menggunakan bahasa homofobik terhadap Vinicius, bukan ucapan rasialis.

Dengan keputusan UEFA itu, dipastikan Gianluca Prestianni dan Jose Mourinho absen di lapangan dalam laga malam nanti.

Diketahui, pelatih Benfica Jose Mourinho diganjar kartu merah karena melakukan protes berlebihan saat leg pertama melawan Real Madrid.