BERAU TERKINI – Berikut ini tata cara dan niat salat gerhana bulan yang bisa dilakukan pada malam hari ini.

Fenomena alam gerhana bulan total atau blood moon akan teramati di Indonesia pada Selasa (3/3/2026) malam ini.

Untuk di Berau, Kaltim, gerhana bulan bisa diamati pada pukul 19.33.39 WITA.

Ketika terjadi gerhana bulan, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana.

Dilansir laman resmi Kemenag, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan gerhana bulan merupakan pengingat akan kebesaran Allah SWT.

Melaksanakan ibadah salat gerhana berarti mengingat kebesaran Tuhan sekaligus sebagai upaya muhasabah diri.

“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah SWT,” kata Arsad Hidayat dikutip dari laman resmi Kemenag.

“Karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” imbaunya.

Foto gerhana bulan (Dok. BMKG)
Foto gerhana bulan (Dok. BMKG)

Dihimpun Berauterkini.co.id, berikut ini niat salat gerhana beserta tata caranya:

Niat salat gerhana sebagai imam

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ

Arti: “Saya melaksanakan sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam untuk Allah SWT. ”

Niat salat gerhana sebagai makmum

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini makmûman lillâhi ta‘âlâ

Arti: “Saya melaksanakan sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum untuk Allah SWT. ”

Niat salat gerhana sendiri atau munfarid

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ

Arti: “Saya melaksanakan sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat untuk Allah SWT. ”

Tata Cara Salat Gerhana

-Niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

-Takbiratul ihram.

-Membaca doa iftitah, ta’awudz, Surat Al-Fatihah, lalu membaca surat panjang.

-Rukuk pertama dengan durasi panjang.

-I’tidal sambil membaca: “Sami’allahu liman hamidah, rabbanaa wa lakal hamd.”

-Berdiri kembali, membaca Al-Fatihah dan surat yang lebih pendek.

-Rukuk kedua dengan durasi lebih singkat.

-I’tidal kembali sambil membaca doa i’tidal, lalu diam sejenak.

-Sujud pertama yang panjang, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua yang juga dipanjangkan.

-Rakaat kedua dilakukan seperti rakaat pertama, namun bacaan dan gerakannya lebih singkat.

-Tasyahud akhir.

-Salam.