BERAU TERKINIGerakan menanam padi gogo resmi dimulai di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, oleh Pemuda Tani Indonesia dengan target produksi mencapai 1,5 ton per hektare.

Program ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan kering dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pertanian deaerah.

Ketua Pemuda Tani Indonesia Kaltim, Akbar Patompo mengatakan bahwa gerakan tanam padi gogo ini akan berlangsung hingga awal Oktober 2025, mencakup sejumlah wilayah di Berau yang memiliki potensi lahan kering namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Adapun target produksi beras dari gerakan tanam padi gogo ini bisa mencapai 1,5 ton per hektare. Namun, Akbar menyebutkan, jika para petani bersedia untuk memberikan pupuk secara sukarela maka dalam kegiatan ini, produksinya bisa mencapai 3-4 ton per hektare.

“Estimasi kami seperti itu, kami juga sudah tanya-tanya ke beberapa petani panen tahun lalu, dan estimasi mereka sekitar 1,5 ton bisa dapat dalam 1 hektare. Kami saat ini hanya punya benih dan itu pun pengerjaan kami gotong royong. Jadi kami menargetkan 1,5 ton per hektare sudah luar biasa,” kata Akbar kepada Berauterkini.co.id, Senin (8/9/2025).

Petani di Berau yang ikut dalam gerakan menanam Padi Gogo
Petani di Berau yang ikut dalam gerakan menanam Padi Gogo (Zuhrie/BT)

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam mendukung gerakan ini, Pemuda Tani Indonesia Berau juga telah menyiapkan sebanyak 8 ton benih padi gogo yang akan disebar dan ditanam di berbagai titik lokasi yang telah ditentukan.

Akbar menyebutkan, untuk mencapai target produksi 1,5 ton per hektare tersebut, sejumlah strategi telah disiapkan oleh tim lapangan bersama petani lokal. Di antaranya yakni, dengan melakukan pembersihan dan persiapan lahan kering.

“Jadi lahan-lahan yang selama ini terbengkalai mulai dibersihkan dan diolah secara optimal. Tanah dikaji kesuburannya dan diberi perlakuan khusus agar mendukung pertumbuhan padi gogo,” jelasnya.

Dia bilang menggunakan teknik penanaman yang benar dan seragam. Di mana, penanaman dilakukan sesuai dengan standar teknis budidaya padi gogo, termasuk penentuan jarak tanam, kedalaman benih, serta penggunaan alat bantu pertanian sederhana untuk efisiensi waktu dan tenaga.

Akbar mengatakan strategi selanjutnya yakni dengan memilih benih unggul yang tahan kering. “Benih yang digunakan merupakan varietas padi gogo unggulan yang telah teruji memiliki daya tahan terhadap kondisi minim air serta adaptif terhadap lahan kering di wilayah Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Akbar mengatakan bahwa tim pengawas dari Pemuda Tani Indonesia Berau juga akan melakukan pemantauan berkala untuk mengevaluasi perkembangan tanaman serta melakukan penyesuaian strategi jika diperlukan.

Akbar berharap gerakan ini dapat mendorong minat generasi muda untuk terlibat aktif di sektor pertanian serta memanfaatkan lahan-lahan kering yang selama ini tidak produktif. Tak hanya itu, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan lokal di Kabupaten Berau.

Akbar menambahkan bahwa dirinya juga sudah melihat dan mempelajari kebiasaan dan budaya masyarakat pedalaman di Kaltim terkhusus Berau, di mana mereka menama padi gunung. Sangat tradisional, dan organik tanpa bahan kimia, tanpa pupuk kimia.

Dengan begitu, jika budaya ini dilestarikan dan digerakan untuk semua kalangan, maka padi gogo bisa membantu menambah jumlah target capaian Dinas Pangan untuk swasembada beras.