BERAU TERKINI – Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Berau akan menggelar Lomba Pawai Takbiran yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/3/2026) malam, atau menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama.
Ketua PHBI Berau, Hendratno, mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan malam takbiran sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Melalui pawai takbiran ini, kami ingin menghadirkan suasana malam kemenangan yang meriah, namun tetap tertib, aman, dan penuh makna religius,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pawai akan dimulai dari depan Rumah Jabatan Bupati Berau dan berakhir di lapangan kantor Bupati Berau.
Kegiatan itu rencananya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WITA atau setelah salat Isya.
Dalam pelaksanaannya, peserta diperbolehkan menggunakan kendaraan seperti mobil pick up, maupun sepeda motor yang telah dihias.
Namun, jumlah kendaraan dibatasi maksimal 20 unit dengan tinggi maksimal 4 meter dan lebar 3 meter.
“Peserta bebas berkreasi menghias kendaraan sesuai tema yang ditentukan, namun tetap harus memperhatikan faktor keselamatan, seperti tidak mengganggu pandangan pengemudi maupun fungsi lampu kendaraan,” jelasnya.
Adapun kriteria penilaian meliputi kekuatan lafadz dan suara takbiran, keindahan dekorasi kendaraan, kerapian dan keserasian, jumlah serta kekompakan peserta, namun tetap menjaga aspek keamanan dan ketertiban berlalu lintas.
“Tema yang diangkat peserta, di antaranya Gema Takbir Menggetarkan Jiwa, Meningkatkan Iman dan Taqwa; serta Dengan Takbir, Kita Perkuat Persatuan Umat,” terangnya.
Hendratno menjelaskan, panitia melarang penggunaan knalpot brong, petasan, serta atribut atau bendera partai politik selama kegiatan berlangsung.
Selain memperebutkan hadiah uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan piagam penghargaan dari panitia.
PHBI Berau pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan tersebut dengan penuh semangat kebersamaan.
“Ini penting agar pawai tetap kondusif dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang syiar Islam yang positif dan membahagiakan,” pungkasnya. (*)

