TANJUNG REDEB – Aktivitas pertambangan batu bara di sekitar gedung baru RSUD Tanjung Redeb mendapatkan respons Bupati Berau, Sri Juniarsih.

Sri Juniarsih menyebut, pihaknya hanya dapat memberikan peringatan kepada perusahaan untuk tidak menggunakan bom dalam aktivitas penambangannya.

“Yang penting jangan pakai blasting. Itu bahaya untuk tambang yang dekat dengan pemukiman,” tegas Bupati Sri, Senin (28/7/2025).

Dia menegaskan, dari laporan yang diterima, telah dipastikan aktivitas pertambangan tersebut masih dalam radius aman dari rumah sakit baru yang berada di Jalan Sultan Agung.

Sehingga, tak akan mengganggu operasional rumah sakit ketika nantinya dioperasikan pada 2026.

“Radiusnya jauh ya, tidak ganggu kegiatan pelayanan yang ada di sekitar situ,” tutur dia.

Hanya saja, dia mengingatkan perusahaan untuk tetap hati-hati dalam mengeruk batu bara. Proses pengambilan mineral tersebut harus sesuai dengan kaidah perizinan yang telah dikantongi perusahaan.

Selain persoalan tambang itu, tempat pemrosesan akhir (TPA) Bujangga saat ini juga masih menjadi kendala.

Dia menegaskan, telah memerintahkan agar dapat mempercepat TPA baru di Pegat Bukur, Teluk Bayur.

Menurutnya, TPA justru lebih mengkhawatirkan ketika masih beroperasi. Sebab, sampah sejatinya menjadi biang penyakit yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Kalau TPA, tahun depan sudah ada di tempat baru,” terang dia.

Pada tahun ini, dia telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Berau untuk memastikan pengisian alat kesehatan hingga pemenuhan kebutuhan SDM di rumah sakit baru pemerintah itu.

Harapannya, secara penuh pelayanan dapat dipastikan berjalan sesuai dengan target pemerintah daerah.

“Alkes sudah harus mulai dicicil, termasuk SDM-nya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menyatakan, untuk tahap awal, rumah sakit baru ini akan memanfaatkan SDM dari fasilitas kesehatan lain yang sudah ada.

“Untuk awal kita manfaatkan SDM yang ada dulu. Karena tentu harus dibentuk dulu manajemennya, sebelum rekrutmen tambahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana jangka pendek sudah disusun, dan diharapkan rumah sakit bisa mulai beroperasi pada tahun depan.

Namun seluruh proses akan berjalan bertahap menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan tenaga kerja. (*)