BERAU TERKINI – Agen penyalur gas elpiji 3 kilogram menyebut terdapat kendala pengisian gas sehingga keberadaan gas melon terasa langka di Berau.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram atau gas melon melanda Berau menjelang Lebaran.
Antrean warga yang hendak membeli elpiji 3 kg terlihat di Pangkalan Dinara Jalan Al-Bina, Gunung Panjang pada Kamis (12/3) lalu.
Terlihat warga yang mayoritas ibu-ibu itu mengantre membeli gas elpiji 3 kilogram, panjangnya antrean juga menyebabkan ruas jalan macet.
Koordinator Lapangan PT Samba Jaya Abadi, Anam mengatakan, bahwa sudah hampir sepekan tidak mendapatkan pasokan gas dikarenakan pengisian elpiji di Kampung Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur mengalami keterlambatan.
Adapun PT Samba Jaya Abadi merupakan agen gas elpiji yang mendistribusikan gas elpiji 3 kg ke sejumlah pangkalan di Berau.
“Bukan langka, pengisiannya aja yang lambat,” singkatnya.

Ia menjelaskan bahwa pangkalan gas pasti menjual elpiji jika memang mendapatkan pasokan dari agen.
Jika dari agen tidak ada penyaluran, maka pangkalan bahkan warung tidak bisa mendapatkan elpiji.
“Agen ini kan dapatnya penyaluran dari pengisian, kalau di pengisiannya belum dapat antrean agennya ya pangkalan enggak ada. Itu aja enggak ada yang lain, alasannya cukup di situ,” jelasnya.

Ia mengatakan menjelang Lebaran bukan alasan susahnya mendapatkan elpiji , dikarenakan pada bulan November lalu, Berau juga mengalami kelangkaan elpiji.
Namun karena momennya yang bertepatan dengan mendekati Lebaran, sehingga banyak orang yang panik tidak mendapatkan elpiji untuk kebutuhan Lebaran.
Ia tidak mengetahui pasti apa penyebab dari antrean panjang di pengisian gas Kampung Samburakat tersebut.
Sebab menurutnya pihak pengisian lah yang bisa memberi alasan yang pasti.
