BERAU TERKINI — Melambungnya harga sejumlah bahan baku mulai dari kedelai, minyak goreng, hingga plastik pembungkus dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada sektor industri rumah tangga di Kabupaten Berau.

Salah satunya dirasakan oleh pengrajin tahu dan tempe di kawasan Jalan Marsma Iswahyudi, Kelurahan Rinding.

Junai, salah seorang pekerja di pabrik tahu setempat, mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku tersebut memaksa pihak pengelola untuk melakukan penyesuaian harga jual ke konsumen.

Meski demikian, kenaikan yang diterapkan diklaim masih dalam batas wajar agar tidak memberatkan pelanggan.

“Untuk harga memang naik, tapi sedikit saja,” ujar Junai saat ditemui di lokasi produksi.

Junai merincikan, untuk komoditas tahu goreng, terjadi kenaikan sebesar Rp100 untuk setiap butirnya.

Satu bungkus tahu goreng isi 10 naik dari Rp10 ribu jadi Rp11 ribu.

Sementara itu, untuk tahu putih yang dijual per unit ember, mengalami kenaikan sebesar Rp5.000, yakni dari Rp120 ribu jadi Rp125 ribu.

Satu ember tahu putih tersebut biasanya berisi sekitar 150 potong tahu.

Penyesuaian harga ini dilakukan guna menutupi tingginya biaya produksi yang merangkak naik akibat harga kedelai dan plastik yang tidak stabil di pasaran.

“Ya, tahu goreng naik Rp100 per biji. Kalau untuk tahu putih per ember naiknya Rp5.000, isinya 150 potong,” jelasnya.

Meski terjadi kenaikan harga, Junai menyebutkan, sejauh ini volume penjualan masih tergolong standar dan belum menunjukkan penurunan peminat yang signifikan.

Dalam satu hari, pabrik tempatnya bekerja mampu mengolah rata-rata 15 karung kedelai untuk memproduksi tahu dan tempe.

Guna menjaga loyalitas konsumen, pihak pabrik menerapkan strategi khusus, di mana kenaikan harga dilakukan secara perlahan dan selektif. 

Bagi pelanggan tetap atau pembeli dalam skala besar, pihak pabrik bahkan masih mengupayakan harga lama.

“Penjualan ya masih standar. Satu hari produksi tahu sama tempe itu 15 karung. Kalau untuk langganan pembeli besar ya masih harga tetap, kalau yang lain naiknya ya sedikit tadi,” pungkasnya. (*)