TANJUNG REDEB – Angka serapan gabah petani di Kampung Buyung-Buyung mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Serapan gabah petani di Berau, Kaltim, mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2025.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Buyung-Buyung, Andi Muhammad Arpan menyebutkan, jumlah serapan gabah pasca panen di Kampung Buyung-Buyung hingga Jumat (22/8/2025), mencapai 500 ton.
“Angka tersebut melonjak tajam atau naik 100 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan serapan sebanyak 208 ton,” kata Andi saat dihubungi Berauterkini.co.id, Jumat (22/8/2025).
Andi mengatakan, lonjakan ini tentu tak lepas dari keberhasilan panen raya yang terjadi di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. Wilayah ini menjadi salah satu lumbung padi utama di Berau dan tahun ini mencatatkan hasil panen yang melimpah.
Dia mengungkapkan bahwa peningkatan serapan gabah tahun ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor kunci.
Salah satunya yakni, pendampingan intensif dari penyuluh pertanian dan pemberian alat bantuan dari Pemkab Berau berupa vertical dryer serta alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Sambaliung.
Andi menyebutkan bahwa sebanyak dua unit traktor roda crawler turut diserahkan dalam kegiatan tersebut. Kemudian juga peresmian vertical dryer, fasilitas pengeringan padi berkapasitas 10 ton yang mampu mengeringkan gabah dalam waktu 9 hingga 13 jam sebelum digiling menjadi beras.
“Tahun ini petani kami lebih siap. Selain cuaca yang relatif bersahabat selama masa tanam hingga panen, kami juga mendapatkan bantuan insentif pupuk dan pemberian alat pertanian dari Pemkab Berau. Ini sangat membantu meningkatkan produktivitas lahan sawah,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, penggunaan benih unggul juga turut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan hasil panen. Petani di Kampung Buyung-Buyung telah beralih ke varietas padi yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki hasil panen yang lebih tinggi.
“Petani sekarang sudah banyak yang menggunakan benih padi jenis Inpari dan Ciherang. Ini varietas yang tahan terhadap serangan hama dan lebih cocok dengan kondisi tanah di sini,” jelasnya.
Tak hanya itu, dukungan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan rutin juga dinilai berperan penting dalam peningkatan produksi tahun ini.
Di mana, Andi bilang, para petani diberikan pemahaman lebih baik mengenai pola tanam, penggunaan pupuk yang tepat, serta pengendalian hama terpadu. DTPHP Berau pun menyambut baik capaian tersebut.

Sementara itu, Kepala DTPHP Berau, Junaidi mengatakan bahwa keberhasilan panen di Kampung Buyung-Buyung ini merupakan hasil kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah.
Ia berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi wilayah lain di Berau untuk meningkatkan produksi pertanian lokal.
“Dengan adanya peningkatan serapan gabah ini, ketahanan pangan daerah juga ikut menguat. Kami akan terus dorong program-program pertanian berkelanjutan agar hasil panen terus meningkat di tahun-tahun mendatang,” kata dia saat dihubugi Berauterkini.co.id, Kamis (21/8/2025).
Hasil panen yang melimpah ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian petani. Harga gabah di tingkat petani pun masih terjaga stabil, bahkan mengalami sedikit kenaikan yang berada di kisaran Rp 6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP), yang dianggap cukup menguntungkan bagi petani.
“Dengan harga tersebut, para petani di Berau pun lebih semangat lagi dalam menanan padi di lahan sawahnya, sehingga saya berharap produksi beras di tahun ini pun bisa lebih meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata dia.
Dengan total serapan mencapai 500 ton, Kampung Buyung-Buyung kini menjadi salah satu penyumbang terbesar produksi gabah di Kabupaten Berau. Pemerintah daerah pun berencana menjadikan keberhasilan ini sebagai model percontohan bagi kampung-kampung lain yang memiliki potensi pertanian serupa.
