BERAU TERKINI – Berkurangnya anggaran pada tahun ini membuat sejumlah program di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau harus disesuaikan.

Pemangkasan anggaran yang mencapai 50 persen berdampak langsung pada jumlah kegiatan pembinaan dan pelatihan yang dapat dilaksanakan.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan, sebagian besar tugas dinasnya memang berfokus pada pembinaan, pendampingan, pelatihan, serta pengawasan di lapangan.

Termasuk di dalamnya pengawasan distribusi LPG dan aktivitas usaha di masyarakat.

“Sebagian besar tugas kami memang berada di lapangan, mulai dari pembinaan pelaku usaha, pendampingan UMKM, pelatihan, hingga pengawasan distribusi LPG dan kegiatan usaha lainnya,” ujarnya kepada Berauterkini, Selasa (10/3/2026).

Namun, dengan kondisi anggaran yang berkurang signifikan tahun ini, sejumlah program pembinaan terpaksa dikurangi, khususnya kegiatan pelatihan bagi pelaku usaha.

“Pemangkasan anggaran mencapai sekitar 50 persen. Otomatis beberapa kegiatan, terutama pelatihan, harus kami kurangi karena menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar program peningkatan kapasitas pelaku usaha tetap berjalan.

Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami mencoba menjalin kerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR agar kegiatan pelatihan dan pembinaan tetap bisa dilakukan, meskipun anggaran dari pemerintah terbatas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Berau, Reta Noratni, menambahkan, pembinaan terhadap pelaku usaha tetap menjadi prioritas.

Apalagi, mengingat sektor industri kecil dan menengah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha tetap dapat berjalan.

Sehingga, pelaku usaha di Berau mampu meningkatkan kualitas produk serta daya saingnya di pasar.

“Kami berharap dengan dukungan berbagai pihak, termasuk swasta, program pembinaan dan pelatihan bagi pelaku usaha tetap bisa berjalan,” tandasnya. (*/Adv)