BERAU TERKINI – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menemui delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM Mina Maritim 148 yang selamat dari musibah tenggelam di perairan Talisayan, Minggu (26/10/2025).

Kedatangan Gamalis merupakan bentuk dukungan moril bagi para nelayan yang mengalami trauma pasca bencana yang terjadi pada dini hari itu.

Kedelapan nelayan tersebut kini telah dievakuasi di rumah salah seorang anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Berau di Kampung Talisayan.

Gamalis menyebut, saat ini, tim gabungan telah berupaya maksimal untuk mencari keberadaan enam ABK yang saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan ke korban yang sudah selamat dan tim yang masih lakukan pencarian,” ungkap Gamalis, Selasa (28/10/2025).

Diketahui, semua ABK yang selamat maupun yang masih dalam pencarian merupakan warga dari Mandar, Sulawesi Barat.

Para korban merupakan pendatang yang dibawa oleh pemilik kapal untuk berlabuh mencari ikan.

Gamalis menyebut, para ABK yang selamat saat ini mendapatkan pendampingan untuk mengobati rasa trauma yang dirasakan usai bencana tersebut.

“Terpenting saat ini ada pemuka agama dan petugas kecamatan untuk mengobati mental para korban yang saat ini selamat,” ucapnya. 

Saat ini, dia membeberkan proses pencarian masih berlangsung. Pencarian hari ketiga belum menemukan hasil yang diharapkan. Pencarian rencananya akan dilanjutkan pada Rabu (28/10/2025) pukul 07.00 WITA.

“Dari hasil pencarian hari ini, belum temui hasil yang diharapkan, mari kita doakan untuk hasil yang terbaik,” pintanya. 

Dirinya juga berpesan agar tim gabungan dapat menjaga kesehatan dan keselamatan pribadi sebelum menyelamatkan orang lain.

Ini menjadi hal penting mengingat tugas keselamatan tak boleh menambah jejeran korban tambahan.

“Penyelamat harus memastikan juga keselamatan tim. Harus saling jaga dan mengingatkan satu sama lain,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah, menyebut pihaknya telah berupaya maksimal dan menjadi pihak pertama yang memastikan koordinasi tim penyelamat lintas instansi berjalan dengan baik.

Dirinya berharap, pencarian enam ABK tersebut dapat berbuah hasil maksimal.

“Semoga upaya ini berbuah hasil yang baik, ABK dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” harapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menyebut saat ini tim telah mencari para korban di kedalaman 38 meter dari permukaan laut, namun belum menemui hasil.

Hal ini mendorong semua pihak untuk kembali memaksimalkan pencarian. Secara teknis, saat ini pencarian dihambat oleh kondisi air laut yang keruh yang mengakibatkan tim pencarian harus kembali ke permukaan untuk melanjutkan pencarian esok hari.

Pencarian akan diupayakan maksimal hingga empat hari ke depan. Bila tak ada tanda-tanda signifikan, pencarian akan dihentikan.

“Semoga hasil maksimal bisa diraih tim esok hari,” pungkasnya. (*/Adv)