BERAU TERKINI – Gamalis kembali terpilih untuk menakhodai DPW PPP Kalimantan Timur setelah melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-X yang berlangsung di Samarinda sejak 5 Februari 2026.

Forum tertinggi di tingkat wilayah ini menjadi ajang penentuan lima nama tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan resmi untuk periode 2026-2031.

Daftar nama formatur tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada DPP PPP untuk mendapatkan pengesahan langsung dari Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono.

Gamalis menjelaskan, lima nama yang diusulkan merupakan representasi proporsional dari berbagai tingkatan partai, yang terdiri dari tiga orang perwakilan DPC, satu orang dari DPW, dan satu orang dari DPP.

“Selanjutnya kami menyusun nama formatur untuk pengurus wilayah,” ucap Gamalis saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).

Selain menentukan struktur kepemimpinan, forum ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penting bagi para kader untuk melakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh. 

Evaluasi objektif terhadap capaian PPP pada Pemilu 2024 menjadi agenda utama guna merumuskan strategi pemenangan partai berlogo Ka’bah tersebut di masa depan. 

Menurut Gamalis, proses ini sangat krusial agar partai memiliki pandangan yang jernih dalam menghadapi kontestasi politik selanjutnya.

“Tentu kami bermuhasabah diri, semua kinerja kader kami nilai secara objektif,” tuturnya.

Meski kembali terpilih, Gamalis tidak menampik adanya dinamika dan perbedaan pandangan selama proses musyawarah.

Hal ini terlihat dari sikap DPC PPP Kutai Barat yang memilih abstain dan sempat mengusulkan nama Mimi Meriami BR Pane sebagai calon ketua.

Namun, ia menegaskan, persoalan tersebut telah tuntas melalui musyawarah internal dan justru menjadi bukti sehatnya iklim demokrasi di dalam tubuh partai.

“Perbedaan itu bagian dari proses yang demokratis, justru aneh kalau sepakat-sepakat saja,” jelasnya.

Menatap masa depan, Gamalis menekankan, PPP memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu partai senior di Indonesia.

Fokus utama saat ini adalah mematangkan kedudukan kader di kursi eksekutif maupun legislatif pada pesta demokrasi mendatang.

Target tersebut menjadi harga mati, terutama dalam upaya membawa kembali keterwakilan partai ke parlemen Senayan, mengingat pada periode ini tidak ada kader PPP yang duduk di DPR RI.

“Itu evaluasi bersama. Tapi kami yakin bisa kembali berjaya pada pemilu selanjutnya,” tutup Gamalis. (*)