BERAU TERKINI – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah pusat bersiap menerapkan stimulus ekonomi untuk mendorong daya beli masyarakat dan memulihkan ekonomi nasional.
Taktik yang melibatkan peningkatan belanja, pemotongan pajak, atau penyesuaian moneter ini mendapat tanggapan positif dari Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Namun, Gamalis meminta agar kebijakan stimulus tersebut penerapannya mampu menyentuh hingga ke pemerintahan di tingkat bawah, yakni perkampungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Saran saya agar kebijakan itu dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan pemerintah di daerah, tak hanya di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, tapi juga kampung-kampung,” katanya.
Menurut Gamalis, fokus stimulus nasional harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal di desa.
Sektor-sektor andalan, seperti pertanian, perikanan, dan UMKM, harus menjadi prioritas utama penerima manfaat.
Sebagai contoh konkret, hal yang dapat dilakukan pemerintah adalah peningkatan sarana produksi seperti jaringan irigasi, dukungan modal usaha, dan peningkatan infrastruktur jalan di pedesaan.
Gamalis menilai, stimulus tersebut sangat relevan untuk merespons lonjakan harga pangan yang sering terjadi akibat gangguan rantai distribusi dan perubahan cuaca.
“Apabila produksi lokal meningkat dan distribusi lebih mudah, saya percaya ketergantungan pasokan luar daerah bisa dikurangi,” jelasnya.
Dia juga mengusulkan agar sebagian dana stimulus dialokasikan untuk program mikro yang dampaknya langsung dirasakan petani.
Program itu di antaranya pemberdayaan kelompok tani, penyediaan bibit dan pupuk bersubsidi, pengadaan alat pertanian, serta pelatihan dan pendampingan usaha.
Gamalis menyebut, memastikan stimulus mencapai akar rumput adalah kunci untuk menstabilkan harga pangan lokal dan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kota-kota besar. (*/Adv)
