BERAU TERKINI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau kembali menyuarakan pentingnya penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Kepala Dispusip Berau Yudha Budisantosa meluruskan pemahaman publik yang selama ini masih sempit mengenai definisi literasi.
Yudha menegaskan bahwa literasi tidak boleh lagi dipandang sebatas kemampuan teknis membaca dan menulis semata. Konsep ini mencakup aspek yang jauh lebih luas seperti pemahaman mendalam hingga kemampuan analisis dan pemanfaatan informasi.
Kecakapan ini dinilai sangat vital untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu. Literasi dianggap sebagai fondasi utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang unggul di Bumi Batiwakkal.
Kesiapan Hadapi Zaman
Masyarakat yang memiliki kecakapan literasi mumpuni diyakini akan lebih siap menghadapi gempuran perkembangan zaman. Hal ini mencakup kesiapan dalam merespons kemajuan teknologi serta dinamika ekonomi dan tantangan sosial modern.
Yudha menyebut kemampuan literasi membuat masyarakat bisa berpikir lebih kritis dan inovatif dalam memecahkan masalah. Kemampuan ini juga berpengaruh besar terhadap optimalisasi potensi lokal demi kemajuan daerah.
Pemerintah daerah terus mengembangkan berbagai program strategis untuk memperluas jangkauan layanan ini. Penguatan perpustakaan kampung hingga pelatihan berbasis inklusi sosial menjadi ujung tombak gerakan tersebut.
Ruang Belajar Inklusif
Kolaborasi dengan sekolah dan pelaku usaha juga digencarkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang suportif. Upaya ini diarahkan untuk menghadirkan perpustakaan sebagai ruang yang inklusif dan memberdayakan.
Yudha mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan ini melalui penyediaan fasilitas pendukung di lingkungan masing masing. Ia optimistis sinergi bersama akan melahirkan masyarakat yang berdaya saing tinggi.
“Literasi adalah investasi jangka panjang. Semakin kuat literasi masyarakat, semakin besar peluang daerah ini untuk berkembang,” tutup Yudha. (Adv)
